Showing posts with label Knowledge Management. Show all posts

Supply chain survivability in crisis times through a viable system perspective: Big data, knowledge ambidexterity, and the mediating role of virtual enterprise

Authors: Saide Saide

Abstract: 

In the context of the survivability of a firm’s supply chain during the worldwide COVID-19 crisis, there is still much to be explored. This study employs the viable system model to conceptualize the virtual enterprise, big data, and knowledge ambidexterity capability that can facilitate supply chain survivability. Empirical data have been collected from various industries in Indonesia (the largest labor force in Southeast Asia). SEM-SmartPLS and SPSS were used to validate the model. The results suggest that firms need to realize that the explorative and exploitative of knowledge have different effects and are integrated in different ways into the survivability of a supply chain. The findings also revealed two roles for mediation, whereby revolutionizing the explorative of knowledge and the analytics of big data through virtual enterprise are crucial strategies to achieves the survivability of the supply chain. A novel value added is the inclusion of a systems-environment perspective and knowledge-technology matrix, especially in times of crisis.

Keywords: Survivability, Supply chain, Virtual enterprise, Knowledge ambidexterity capability, Knowledge-technology matrix, Viable system model, Big data, Crisis.

Full article: https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0148296321006020?via%3Dihub

Saide Saide. Department of Information Management, National Taiwan University of Science and Technology, Taiwan. Holds two Master's degrees from Department of Information Management, National Taiwan University of Science and Technology, Taiwan, and Department of Information System, Institute Technology of Sepuluh Nopember (ITS Surabaya), Indonesia. He obtained a bachelor's in Information Systems in Indonesia. He also Lecturer at Information System, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Indonesia. He was a visiting scholar at Tampere University, Tampere, Finland in September–October 2019. His research interests include knowledge management (KM), information system/technology (IS/IT), and IS/IT-marketing/business strategy. He has authored numerous articles published in SSCI/SCI/SCIE indexed journals such as Journal of Enterprise Information Management, Big Data, Technology Analysis & Strategic Management, and IEEE Transactions on Engineering Management; including other journals such as International Journal of Innovation Management, Journal of Science and Technology Policy Management, and International Journal of Business and Society.



Positioning the Knowledge Creation and Business Strategy on Banking Industry in a Developing Country

Authors: Saide Saide (correspondences), Meng Miao

Abstract:

This article aims to align business strategy and knowledge creation in banking industry through knowledge management (KM) approach by maximizing the tangible and intangible resources. Prior study offered more general context of KM approach while misplaced and less discussed practical process of knowledge sharing practices in the context of banking industry. We developed research model by focusing on banking organization, especially in a developing country. The authors use literature review and document analysis of business strategy in bank. This article integrated and analyzed knowledge gap and business strategy to develop a comprehensive approach for banking company. The gap between what a bank knows and needs to know is an internal knowledge gap, in a sense representing the strengths and weaknesses of a “the alignment between knowledge–business” analysis. The gap between what they know and what its competitors know is an external knowledge gap. It represents the opportunities and threats of a knowledge–business analysis. In addition, there is still no specific team, department, and strategy to manage knowledge assets. The results of this research may help finance companies and managers to initiate KM or to encourage knowledge sharing in banking organization. Therefore, managerial level is supposed to develop a strategy and regulation to encourage employee's participation in knowledge transfer schema. We combined numerous methods and theories namely Zack and Nonaka models as tools to solve the obstacle of alignment between business-knowledge strategic gap and knowledge sharing schema.

 

Full article: https://ieeexplore.ieee.org/document/9442366

 

Saide Saide received the bachelor’s degree with the Department of Information System, Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau-UIN SUSKA Riau, Indonesia, in 2013, the master’s degree from the Department of Information Management, National Taiwan University of Science and Technology, Taipei, Taiwan, in 2016, and the master’s degree from the Departmentof Information System, Sepuluh Nopember Instituteof Technology (ITS Surabaya), Surabaya, Indonesia, in 2016, all in information systems and knowledge management.
He is currently a Lecturer with the Department of Information System, Facultyof Science and Technology, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau- UIN SUSKA Riau. He was a Visiting Scholar and Research Collaboration withTampere University, Finland, a Researcher with the Department of Information Management, National Taiwan University of Science and Technology, a Project Management with EnReach - Energy Research Center, UIN SUSKA Riau, Indonesia. He has authored numerous articles published in SSCI/SCI journals such as Big Data, Technology Analysis & Strategic Management, IEEE Transactions on Engineering Management, and Journal of Enterprise Information Management, International Journal of Innovation Management, Journal of Science and Technology Policy Management, and International Journal of Business and Society. His research interests include knowledge management, information system, and IT-business strategy.

 

Meng Miao received the bachelor’s degree in electronics telecommunication from Department of Electronic Engineering, University of Tsinghua, China, in 2007, and the M.Sc. and Ph.D. degrees in financial economics from Saïd Business School, University of Oxford, U.K., in 2008 and 2015, respectively. He is currently an Assistant Professor with Hanqing Advance Institute of Economics and Finance, Renmin University, Beijing, China. He has authored/coauthored articles in some finance journals. His research interests include corporate finance, technology, and innovation.

 

 

Sinergi Akademik dan Organisasi

KOTA (RIAUPOS.CO) – Sebagai salah satu alumni yang memilih mengabdi di kampus, Saide ingin para mahasiswa yang di kampus tempatnya dulu berjuang menimba ilmu lebih maju. Menurutnya, salah satu kuncinya adalah mempersiapkan jauh-jauh hari untuk mencapai tujuan setelah lulus kuliah kelak. Terutama bila ingin melanjutkan studi dan meningkatkan kemampun keilmuan.

sss


Saide memperhatikan, mahasiswa saat ini punya banyak mimpi tapi perlu didampingi. Didampingi menurutnya bukan hanya dalam konteks konsep, tapi benar-benar duduk di samping mereka hingga mereka akhirnya menghasilkan sesuatu. Selain itu menurutnya mahasiswa juga harus sadar bahwa saat ini mahasiswa seharusnya tidak lagi disuapi apa yang harus mereka buat.

Kalau ingin mendapatkan lebih dan apabila saat berkarir nanti ingin dibayar lebih, bukan hanya soal etika yang harus diperhatikan. Tapi koneksi dan relasi juga harus diperhatikan. Bukan hanya relasi pada dosen dan sesama mahasiswa, tapi juga relasi pada alumni, calon mitra kerja di masa depan. Dan itu semua menurut Saide harus dipersiapkan dari sejak mereka masih duduk di bangku perkuliahan.

‘’Artinya mahasiswa harus aktif baik itu di akademik mapun aktif organisasi. Kalau ada orang bilang itu tidak bisa sejalan, paradigma itu harus diubah, karena kedua harus jalan barengan, tidak boleh dipisah. Karena pengalaman di organiasi itu merupakan jembatan bagi mereka,’’ terang mantan Wakil Gubernur Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska Riau ini

Sumber: https://sif.uin-suska.ac.id/sejalan-akademik-dan-organisasi/

'Knowledge' Makhluk seperti itu sebenarnya !!! dan Siapa Legenda Knowledge Management

KNOWLEDGE atau PENGETAHUAN yang berkali-kali kita bicarakan itu sebenarnya “makhluk” apa ?. Pengetahuan itu bisa dibagi menjadi dua (Nonaka 1992, dalam Saide 2015) :
Knowledge is Power (sumber: image)
1.Explicit Knowledge yakni pengetahuan yang tertulis, terarsip, tersebar (cetak maupun elektronik) dan bisa sebagai bahan pembelajaran (reference) untuk orang lain. Ketika seorang member milis memberi solusi dengan menulis di buku, maka sebenarnya itu adalah bentuk explicit knowledge.
2.Tacit Knowledge merupakan pengetahuan yang berbentuk knowhow, pengalaman, skill, pemahaman, maupun rules of thumb. Ketika seorang member milis menjawab berdasarkan pengalaman dia, hasil ngoprek atau tidak disengaja dapat solusi misalnya, itu semua adalah tacit knowledge. Tacit knowledge ini kadang susah kita ungkapkan atau kita tulis.

Contoh lainnya, seorang koki hebat kadang ketika menulis resep masakan, terpaksa menggunakan ungkapan “garam secukupnya” atau “gula secukupnya”. Soalnya memang dia sendiri tidak  pernah mengukur berapa gram itu garam dan gula, semua menggunakan know-how dan pengalaman selama sekian tahun memasak. Itulah mengapa Michael Polyani mengatakan bahwa pengetahuan kita jauh lebih banyak daripada yang kita ceritakan.

Ikujiro Nonaka (sumber: image)
Legenda knowledge management tentu tidak bisa kita lepaskan dari Ikujiro Nonaka dengan bukunya The Knowledge-Creating Company. Nonaka menceritakan bagaimana success story Matsushita Electric pada tahun 1985 ketika mengembangkan mesin pembuat roti. Konon pada era tahun 1985, Matsushita Electric menemui kesulitan besar dalam produksi mesin pembuat roti.

Mereka selalu gagal dalam percobaan yang dilakukan. Kulit luar roti yang sudah gosong padahal dalamnya masih mentah, pengaturan volume dan suhu yang tidak terformulasi, adalah pemandangan sehari-hari dari percobaan yang dilakukan. Adalah seorang pengembang software matsushita electric bernama Ikuko Tanaka yang akhirnya mempunyai ide cemerlang untuk pergi magang langsung ke pembuat roti ternama di Osaka International Hotel. Dia dibimbing langsung oleh sang pembuat roti ternama tersebut untuk belajar bagaimana mengembangkan adonan dan teknik khusus lainnya.

Ikujiro Nonaka (1998) dalam Saide (2015), membuat formulasi yang terkenal dengan sebutan SECI Model atau Knowledge Spiral. Konsepnya adalah sebagai berikut:  dalam siklus perjalanan kehidupan kita, pengetahuan itu mengalami proses yang kalau digambarkan berbentuk spiral, proses itu disebut dengan Socialization - Externalization Combination - Internalization.

1. Proses eksternalisasi (externalization), yaitu mengubah tacit knowledge yang kita miliki menjadi explicit knowledge. Bisa dengan menuliskan know-how dan pengalaman yang kita dapatkan dalam bentuk tulisan artikel atau bahkan buku apabila perlu. Dan tulisan tulisan tersebut akan sangat bermanfaat bagi orang lain yang sedang  memerlukannya.

2. Proses kombinasi (combination), yaitu memanfaatkan explicit knowledge yang ada untuk kita implementasikan menjadi explicit knowledge lain. Proses ini sangat berguna untuk meningkatkan skill dan produktivitas diri sendiri. Kita bisa menghubungkan dan  mengkombinasikan explicit knowledge yang ada menjadi explicit knowledge baru yang lebih bermanfaat.
SECI Model atau Knowledge Spiral (Nonaka, 1992)
sumber: http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1877050915036315 (author: Saide, Mahendrwathi)
3. Proses internalisasi (internalization), yakni mengubah explicit knowledge sebagai inspirasi datangnya tacit knowledge. Dari keempat proses yang ada, mungkin hanya inilah yang telah kita lakukan. Bahasa lainnya adalah learning by doing. Dengan referensi dari manual dan buku yang ada, saya mulai bekerja, dan saya menemukan pengalaman baru, pemahaman baru dan know-how baru yang mungkin tidak saya dapatkan dari buku tersebut.

4. Proses sosialisasi (socialization), yakni mengubah tacit knowledge ke tacit knowledge lain. Ini adalah hal yang juga terkadang sering kita lupakan. Kita tidak manfaatkan keberadaan kita pada suatu pekerjaan untuk belajar dari orang lain, yang mungkin lebih berpengalaman. Proses ini membuat pengetahuan kita terasah dan juga penting untuk peningkatan diri sendiri. Yang tentu saja ini nanti akan berputar pada proses pertama yaitu eksternalisasi. Semakin sukses kita menjalani proses perolehan tacit knowledge baru, semakin banyak explicit knowledge yang
berhasil kita produksi pada proses eksternalisasi.



References:
1. Saide & Mehendrawathi(2015). Knowledge Management Support For Enterprise Resource Planning Implementation. Procedia - Procedia Computer Science, 00, 1–8. http://doi.org/10.1016/j.procs.2015.12.170. 
2. Saide & Rozanda, N. E. (2013). Analisis kebutuhan manajemen pengetahuan pada perusahaan perbankan 1, 343–351. 
3. Nonaka I & Konno N. The Concept of BA: Building A Fondat ion for Knowledge Creation. California Management Review. pp. 40-55. 1998. 
4.  Takeuchi, H. (2005). The New Dynamism of the Knowledge-Creating Company, 1–10.
5.  Nonaka, Ikujiro, and Hirotaka Takeuchi. 1995. The Knowledge-Creating Company: How Japanese Companies Create the Dynamics of Innovation. Oxford University Press

A REVIEW ON KNOWLEDGE MANAGEMENT DISCIPLINE

Jurnal of Knowledge Management Practice, Vol. 10, No. 1, March 2009

A REVIEW ON KNOWLEDGE MANAGEMENT DISCIPLINE

Mostafa Jafari, Peyman Akhavan, Ashraf Mortezaei, Iran University of Science and Technology, Tehran


ABSTRACT:
This paper aims to provide the organizational roles to implement knowledge management. The focus is on how to devise and implement knowledge management where it is required and provides a common understanding about KM in implementation area. This paper also provides a general review on KM systems, KM architecture, KM process, KM strategy and KM critical success factors.
Keywords:  Knowledge management, Knowledge strategy, Knowledge architecture


1.         Introduction
In 1597, Francis Bacon wrote that knowledge is power (Barclay, 2000). A  Knowledge- based perspective of the firm has emerged in the strategic management literature (Nonaka & Takeuchi 1995).This perspective builds upon and extends the resource based  theory of the firm .
Business and economic theory is increasingly concerned with the role of organizational knowledge. As a source of economic success, knowledge is increasingly seen as having displaced traditional factors of production in the post-Fordist economy (Drucker,1995) . Knowledge management (KM) is arguably the strategic concern for many firms (Nonaka & Takeuchi 1995). Those who fail to understand this may not survive at all (Fappaolo and Koulopoulos, 2000) .