Showing posts with label Campus. Show all posts

Twenty things I wish I’d known when I started my PhD


Starting a PhD can be tough. Looking back, there are many things I wish I’d known at the beginning. Here, I have curated a list of advice from current PhD students and postdoctoral researchers from the Department of Zoology at my institution, the University of Oxford, UK, to aid new graduate students.

1. Maintain a healthy work–life balance by finding a routine that works for you. It’s better to develop a good balance and work steadily throughout your programme than to work intensively and burn out. Looking after yourself is key to success.

2. Discuss expectations with your supervisor. Everyone works differently. Make sure you know your needs and communicate them to your supervisor early on, so you can work productively together.

3. Invest time in literature reviews. These reviews, both before and after data collection, help you to develop your research aims and conclusions.

4. Decide on your goals early. Look at your departmental guidelines and then establish clear PhD aims or questions on the basis of your thesis requirements. Goals can change later, but a clear plan will help you to maintain focus.

5. “I don’t need to write that down, I’ll remember it” is the biggest lie you can tell yourself! Write down everything you do — even if it doesn’t work. This includes meeting notes, method details, code annotations, among other things.

6. Organize your work and workspace. In particular, make sure to use meaningful labels, so you know what and where things are. Organizing early will save you time later on.

7. It’s never too early to start writing your thesis. Write and show your work to your supervisor as you go — even if you don’t end up using your early work, it’s good practice and a way to get ideas organized in your head.

8. Break your thesis down into SMART (specific, measurable, attainable, relevant and timely) goals. You will be more productive if your to-do list reads “draft first paragraph of the results” rather than “write chapter 1”. Many small actions lead to one complete thesis.

9. The best thesis is a finished thesis. No matter how much time you spend perfecting your first draft, your work will come back covered in corrections, and you will go through more drafts before you submit your final version. Send your drafts to your supervisor sooner rather than later.

10. Be honest with your supervisor. Let them know if you don’t understand something, if you’ve messed up an experiment or if they forgot to give you feedback. The more honest you are, the better your relationship will be. Helping your supervisor to help you is key.

11. Back up your work! You can avoid many tears by doing this at least weekly.

12. Socialize with your lab group and other students. It’s a great way to discuss PhD experiences, get advice and help, improve your research and make friends.

13. Attend departmental seminars and lab-group meetings, even (or especially) when the topic is not your area of expertise. What you learn could change the direction of your research and career. Regular attendance will also be noticed.

14. Present your research. This can be at lab-group meetings, conferences and so on. Presenting can be scary, but it gets easier as you practise, and it’s a fantastic way to network and get feedback at the same time.

15. Aim to publish your research. It might not work out, but drafting articles and submitting them to journals is a great way to learn new skills and enhance your CV.

16. Have a life outside work. Although your lab group is like your work family, it’s great for your mental health to be able to escape work. This could be through sport, clubs, hobbies, holidays or spending time with friends.

17. Don’t compare yourself with others. Your PhD is an opportunity to conduct original research that reveals new information. As such, all PhD programmes are different. You just need to do what works for you and your project.

18. The nature of research means that things will not always go according to plan. This does not mean you are a bad student. Keep calm, take a break and then carry on. Experiments that fail can still be written up as part of a successful PhD.

19. Never struggle on your own. Talk to other students and have frank discussions with your supervisor. There’s no shame in asking for help. You are not alone.

20. Enjoy your PhD! It can be tough, and there will be days when you wish you had a ‘normal’ job, but PhDs are full of wonderful experiences and give you the opportunity to work on something that fascinates you. Celebrate your successes and enjoy yourself.


source: doi: 10.1038/d41586-018-07332-x

Ongkos Hidup di Taiwan

Berikut secara umum biaya hidup di Taipei, Taiwan. Taiwan menggunakan New Taiwan Dollar (NTD/TWD) sebagai mata uang yang bila dikonversikan sekitar 400-an Rupiah untuk 1 NTD. Untuk biaya hidup sehari-hari, secara sederhana dibagi menjadi tiga yaitu tempat tinggal, makan, dan transportasi.

1. Tempat Tinggal
Sebagian besar universitas di Taiwan menyediakan asrama untuk mahasiswanya. Keuntungan terbesar tinggal di asrama adalah efisiensi pengeluaran, rata-rata biaya tinggal di asrama adalah 8.000-12.000 NTD atau sekitar 3 sampai 5 Juta Rupiah per semesternya (setiap empat bulan), bentuk asrama bervariasi, ada yang satu kamar diisi dua sampai enam orang, tergantung kebijakan masing-masing universitas. Selain murah, keuntungan tinggal di asrama adalah sosialisasi dengan mahasiswa lokal dan internasional, serta fasilitas seperti internet, mesin cuci, kamar mandi, dan vending machine yang bisa ditemukan di asrama.
Selain asrama juga bisa kost menyewa satu kamar untuk jangka waktu tertentu dengan kisaran harga sekitar 4000-8000 NTD perbulan juga bisa tinggal di apartemen dengan sewa berkisar 20.000 NTD per bulan dan bisa sharing dengan teman2 lain.

 
2. Makan
Untuk makan bisa memasak sendiri atau membeli di tempat makan. Memang sebagian besar asrama di kampus Taiwan tidak mengizinkan untuk memasak dalam asrama terkait keamanan. Namun tidak perlu khawatir, banyak warung Taiwan yang ramah dengan kantong mahasiswa. Bagi mahasiswa muslim, warung vegetarian menjadi alternatif cerdas, selain sehat, murah (harga 30-70 NTD / mulai Rp. 13ribuan per porsinya) dan pasti halal.
Bila rindu masakan Indonesia, jangan khawatir, ada banyak toko Indonesia seantero Taiwan. Selain menjual beragam produk seperti mie instan, bumbu masakan, camilan, dan produk sehari-hari juga makanan khas nusantara seperti nasi goreng, sate, mie ayam, dan bakso dengan harga sekitar 70-150 NTD per porsinya.

 
3. Transportasi Kota
Sistem transportasi di Taiwan saat ini dikenal sebagai salah satu yang terbaik di Asia, ada beragam moda transportasi umum yang dapat pembaca nikmati di sini, seperti sepeda umum, bus kota, MRT.
Ongkos bus variatif dari 5 sampai 15 NTD setiap satu kali naik bisa keliling kota. Sedang MRT bisa ditemui di Taipei dan Kaohsiung. Tiket MRT dihitung berdasaekan stasiun yang dilalui, dengan tarif dimulai dari 20 NTD. Selalu bawa kartu mahasiswa kemanapun pergi di Taiwan untuk potongan harga tiket.

PRO-Knowledge Group ambil bagian di IEEE CONFERENCE, Singapura [berbagi cerita] (Indexed by Ei and Scopus)

     IEEE International Conference on Industrial Engineering and Engineering Management, nama lengkap dari konferensi ini. Tak ada perjuangan yang sia-sia, begitulah kata pepatah. Beberapa bulan bergulat memperjuangkan paper ini, akhirnya dipastikan paper kami layak untuk dipublish. Persiapan keberangkatan pun dimulai, semua persiapan mulai dari mengurus passport yang menjadi pengalaman pertama sampai pada perlengkapan harian yang dibutuhkan selama kegiatan konferensi berlangsung. Banyak hal yang tak bisa kami lakukan sendiri, dosen sekaligus pembimbing kami pak Saide memberikan banyak masukan dan bantuan untuk kesuksesan kegiatan ini. Beberapa kali berkumpul untuk merampungkan keberangkata hingga hari H pun datang.
       Kami berempat Azhiah, Putri Nadya dan Winda termasuk dosen kami Pak Saide bertolak ke Singapura pada Minggu 10 Desember 2017 dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II menuju Changi Internasional Airport, Singapore. Pesawat lepas landas pada jam 15.00, hanya sekitas 1 jam 30 menit, kami sampai dengan selamat di Singapura. Kami disambut dengan cuaca mendung hingga akhirnya hujan turun. Sesampainya di Bandara Changi, Singapura, 2 rekan research kami sudah menanti Rahmat Trialih (Kampus Brawijaya) dan Kartika (Kampus NTUST Taiwan).
        Beberapa tahap pemeriksaan di bagian imigrasi dilakukan. Beberapa menit setelahnya kami memutuskan untuk beristirahat sembari menunggu waktu shalat maghrib dan menunaikan shalat. Setelah energi kembali pulih, kami melanjutkan perjalan ke hotel tujuan kami, namun karena malam belum larut, kami singgah ke salah satu destinasi wisata yang popular di Singapura yaitu Garden By The Bay. Suasana malam sangat cocok untuk menikmati pemandangan yang dihiasi dengan lampu-lampu indah, puas menikmati pemandangan kami akhirnya melanjutkan perjalanan ke hotel.
         Sesampainya di hotel kami beres beres sedikit, menunaikan shalat dan beristirahat untuk bangun awal esok pagi. Karean tanggal 11 Desember adalah jadwal untuk mempersentasikan papar kami. Berada di negara yang kondisinya benar-benar berbeda dengan daerah asal kita menjadi kesenangan tersendiri. Banyak yang patut di contoh dari negara maju yang satu ini, satu dari beberapanya adalah kualitas transportasi umum yang sangat memanjakan pengguna.
        Pada hari kedua yaitu hari senin tanggal 11 desember 2017 kami menghadiri acara IEEM 2017 di singapura, acara pertama yaitu pembukaan yang di isi oleh dua orang keynote yaitu Bapak Andy Neely yang berasal dari University of Cambridge dengan judul materi “Rethinking Operations Stratetgy in an Age of Digital Manufacturing dan Bapak Bejamin W. WAH yang berasal dari The Chinese University of Hongkong dengan judul materi “Using Kernels To Harness The Complexity of Big Data. Cukup kaget ketika menginjakkan kaki memasuki ruangan utama seminar, hampir 300 peserta dari berbagai Negara ikut ambil bagian dalam event IEEE tahunan ini. Saat pertama kali masuk keruangan ini kami melihat penulis-penulis dunia dari berbagai Negara, tidak pernah tebayangkan oleh kami bisa sampai ada disini bertemu orang orang hebat yang luar biasa dan kebanyakan adalah professor, dosen, dan mahasiswa S2, hal ini membuat kami semakin semangat bahwa dunia ini luas masih banyak yang perlu di ketahui dan dipelajari, dan kami juga merasa bahwa ilmu yang kami miliki saat ini sangatlah sedikit, selama ini yang kami tau hanya kuliah belajar dan skripsi ternyata banyak ilmu di luar sana yang belum kami ketahui.
1
Foto Bersama Penulis Paper Dan Chairs IEEM

2
Foto Bersama Bapak Bejamin W. WAH
          Setelah pembukaan kami menghadiri beberapa presentasi dari penulis-penulis dunia yang sangat menarik dan sampai saatnya giliran kami untuk presentasi yang diwakilkan oleh salah satu teman kami yaitu Putri Nadya Fazri mahasiswi jurusan sistem informasi fakultas sains dan teknologi uin suska riau. Ini merupakan pengalaman pertama mempresentasikan sebuah penelitian di ajang kelas internasional yang dihadiri oleh orang-orang dari berbagai Negara, cukup menegangkan dan sangat sangat grogi dan Alhamdulillah presentasi berjalan lancer dan juga pertanyaan penguji dapat terjawab dengan baik. Dan yang kami salutkan mereka sangat menghargai apapun jawabannya dan juga mengapresiasi karena kami mahasiswi S1 bisa mengikuti seminar internasional ini. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi kami karna disini kami banyak bertemu orang-orang dari berbagai dunia berbagi ilmu dan pengalaman.
       Pada hari ketiga, niat nya kami pada hari ketiga akan berkunjung ke johor malaisya. namun planing itu kami batalkan karena kami merasa belum puas menikmati kota singapur dan kami mengubah jadwal untuk pergi kegedung kenferensi lagi untuk melihat kak kartika persentasi dan berniat untuk berfoto-foto dengan peserta dari negara lain. pada saat itu di meja copibreak kami berbincang dengan seseorang berasal dari negara (nurwegia) dan dia sangat salut kepada kami karena kami baru S1 sudah ikut ajang konferensi internasional.
       Lanjut pada siang harinya siap sholat zuhur dan makan malam kami berangkat untuk pergi mengunjungi universal studio, saat sedang menikmati suasana di universal studio hari hujan dan kami melanjutkan perjalan ke Merlion, kata orang kalau belum kesini belum ke Singapore. Setiba di Merlion hari hujan kami duduk-duduk sambil menunggu hujan reda. Tepat sore menjelang malam hujan pun reda barulah kami melihat keindahan patung singa yang dikelilingi lampu lampu dari gedung yang sangat indah.
3
Foto Bersama Bapak Andy Neely
4

Terima kasih:
  • Prodi Sistem Informasi
  • Pro-Knowledge Group in Department of Information System, State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau 28293, Indonesia.
  • Dompet Dhuafa.
  • Richardus Eko Indrajit; dan
  • Semua rekan/pihak yang terlibat mensukseskan keberangkatan kami.

Sinergi Akademik dan Organisasi

KOTA (RIAUPOS.CO) – Sebagai salah satu alumni yang memilih mengabdi di kampus, Saide ingin para mahasiswa yang di kampus tempatnya dulu berjuang menimba ilmu lebih maju. Menurutnya, salah satu kuncinya adalah mempersiapkan jauh-jauh hari untuk mencapai tujuan setelah lulus kuliah kelak. Terutama bila ingin melanjutkan studi dan meningkatkan kemampun keilmuan.

sss


Saide memperhatikan, mahasiswa saat ini punya banyak mimpi tapi perlu didampingi. Didampingi menurutnya bukan hanya dalam konteks konsep, tapi benar-benar duduk di samping mereka hingga mereka akhirnya menghasilkan sesuatu. Selain itu menurutnya mahasiswa juga harus sadar bahwa saat ini mahasiswa seharusnya tidak lagi disuapi apa yang harus mereka buat.

Kalau ingin mendapatkan lebih dan apabila saat berkarir nanti ingin dibayar lebih, bukan hanya soal etika yang harus diperhatikan. Tapi koneksi dan relasi juga harus diperhatikan. Bukan hanya relasi pada dosen dan sesama mahasiswa, tapi juga relasi pada alumni, calon mitra kerja di masa depan. Dan itu semua menurut Saide harus dipersiapkan dari sejak mereka masih duduk di bangku perkuliahan.

‘’Artinya mahasiswa harus aktif baik itu di akademik mapun aktif organisasi. Kalau ada orang bilang itu tidak bisa sejalan, paradigma itu harus diubah, karena kedua harus jalan barengan, tidak boleh dipisah. Karena pengalaman di organiasi itu merupakan jembatan bagi mereka,’’ terang mantan Wakil Gubernur Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska Riau ini

Sumber: https://sif.uin-suska.ac.id/sejalan-akademik-dan-organisasi/

Apakah Tugas Akhir / Skripsi Jurusan Sistem Informasi) wajib menghasilkan Aplikasi / Software / Sistem Informasi tertentu

Ini saya carikan Pencerahan atas kegalauan 6 mahaiswa yg dua hari lalu curhat, sekaligus masukan positif untuk #saya, rekan-2 #Dosen #Pengajar tentang "Apakah Tugas Akhir / Skripsi di jurusan kita (Sistem Informasi) wajib menghasilkan Aplikasi / Software / Sistem Informasi tertentu". #Doktrin itu #Brutal.


Poin 3. "Masalahnya ketika orientasinya adalah produk software, ternyata bagian terpenting dari pengembangan software malah dihilangkan. Fase planning, yg berisi proses mengembangkan ide, feasibility analysis, economic analysis (benefit, roi, bep) malah dihilangkan, dengan alasan orang komputer ga ada urusan ekonomi ... alamak"

Dari Syekh Romi Satria Wahono (Founder Ilmukomputer.com).
Kemarin diminta teman-teman jurusan teknik informatika Poltek Negeri Jakarta (PNJ) utk ngisi workshop sehari yg temanya serabutan, tentang research methodology dan systems analysis and design, intinya menengahi silang pendapat antar dosen bagaimana bentuk tugas akhir dan skripsi yang benar dan sesuai dengan level D4 dan S1.

Kalau mau dihitung, sejak awal tahun 2016 saja lebih dari sepuluh kampus mengundang saya untuk tema yang sama. Beberapa catatan saya dari mengisi dan berdiskusi di puluhan kampus saya sarikan di bawah:

1. Doktrin bahwa penelitian tugas akhir itu harus jadi produk itu benar2 terserap secara keliru dan brutal ke seluruh dosen.
2. Produk orang komputer itu harus dalam bentuk aplikasi, ini juga kesalahan besar berikutnya. Kalau memang ini sasaran akhir dari pendidikan D4/S1, sebaiknya semua mata kuliah dihapus saja, diganti dg pemrograman dasar/lanjut dan systems analysis and design saja. Kasihan mahasiswa karena mata kuliah computer graphics, information retrieval, data mining, teknik kompilasi, dsb hanya jadi aksesoris belaka.
3. Masalahnya ketika orientasinya adalah produk software, ternyata bagian terpenting dari pengembangan software malah dihilangkan. Fase planning, yg berisi proses mengembangkan ide, feasibility analysis, economic analysis (benefit, roi, bep) malah dihilangkan, dengan alasan orang komputer ga ada urusan ekonomi ... alamak.
4. Banyak dari kita yg melupakan konsep penting computing bahwa aplikasi dan komputer itu datang utk efisiensi pekerjaan kita. Divisi IT itu bukan cost center, justru divisi yg diminta memikirkan bagaimana mengurangi cost dan meningkatkan income perusahaan dengan IT.
5. Bidang software engineering itu disangka bidang yg penelitiannya tentang pembuatan software dan bentuk akhirnya adalah suatu software. Padahal software engineering itu researchnya tentang pengembangan metodologi untuk pembuatan software. Jadi topiknya harusnya ttg pengembangan metode utk requirement gathering, software testing, software maintenance, software architecture, dsb.
6. Efek dari masalah 1-5 adalah ratusan ribu sarjana komputer kita hasilkan tiap tahun, dg skripsi yg mirip2, buat aplikasi yg seadanya, ga bermanfaat, ga dibutuhkan dunia industri, dan ga pernah berhasil dijual di pasar.

Semoga Bermanfaat. @Saidesank

Cara Mudah dan Cepat Translate Jurnal Bahasa Inggris Ke Bahasa Indonesia


Cara Mudah Dan Cepat Translate Jurnal Bahasa Inggris Ke Bahasa Indonesia


Cara Mudah dan Cepat Translate Jurnal Bahasa Inggris Ke Bahasa Indonesia – Dengan cara ini anda bisa men-translate (menterjemahkan) Jurnal Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia dalam sekejap tanpa perlu copas satu per satu paragraf/kalimat pada jurnal ke Google Translate, sehingga bisa menghemat waktu anda yang berharga. Selain mudah dan cepat, hasil dari translate juga lebih enak dibaca dan dipahami. Hanya membutuhkan waktu 5 menit, anda sudah mampu mentranslate beberapa Jurnal Bahasa Inggris sekaligus. Di bawah ini adalah langkah-langkah yang harus anda ikuti untuk Translate Jurnal Bahasa Inggris Ke Bahasa Indonesia Yang Mudah Dan Cepat :
1. Perlu diketahui bahwa kebanyakan Jurnal Bahasa Inggris atau Jurnal Intenasional memang berekstensi .pdf, jadi pertama-tama yang harus anda lakukan adalah merubah format Jurnal Bahasa Inggris anda yang semula berformat PDF menjadi Word.
2. Kemudian download dan install software Microsoft Document Translator di sini.
3. Jalankan software Microsoft Document Translator, lalu masuk ke menu SETTINGS > ACCOUNT.
Cara Mudah Dan Cepat Mentranslate Jurnal Bahasa Inggris Ke Bahasa Indonesia
4. Setelah itu isikan Client ID: dengan vebry_exa, Client Secret: dengan Ag+gONlGf76sOJryZGAqle37Vi9nYI23e3LsvCzeMgo= dan Category: kosongi saja, lalu klik tombol Save untuk menyimpan settingan.
Cara Mudah Dan Cepat Menterjemahkan Jurnal Bahasa Inggris Ke Bahasa Indonesia
5. Langkah selanjutkan masuk ke menu TRANSLATE DOCUMENTS.
Cara Mudah Dan Cepat Translate Jurnal Bahasa Inggris Menjadi Bahasa Indonesia
6. Klik tombol Browse.
7. Cari dan pilih Jurnal Bahasa Inggris yang ingin anda translate ke Bahasa Indonesia, lalu klik tombol Open.
Cara Mudah Dan Cepat Mentranslate Jurnal Bahasa Inggris Menjadi Bahasa Indonesia
8. Pada From Language biarkan Auto-Detect dan To Language ganti menjadi Indonesian, lalu klik tombol Go untuk memulai proses translating.
Cara Mudah Dan Cepat Menterjemahkan Jurnal Bahasa Inggris Menjadi Bahasa Indonesia
9. Tunggu proses translating hingga selesai.
10. Setelah proses translating selesai, silahkan klik link Open documents folder untuk membuka folder di mana file hasil terjemahan disimpan, lalu buka file tersebut untuk melihat hasilnya.
Dengan demikian anda telah berhasil Translate Jurnal Bahasa Inggris Ke Bahasa Indonesia. Sangat mudah bukan? Sekarang anda tidak perlu membutuhkan waktu lama untuk mentranslate beberapa Jurnal Bahasa Inggris sekaligus. Selain itu ada 2 hal yang perlu anda ketahui mengenai software Microsoft Document Translator yaitu software Microsoft Document Translator membutuhkan koneksi internet untuk translating dan anda harus menginstall software Microsoft .NET Framework terlebih dahulu untuk menjalankan software Microsoft Document Translator. Silahkan Sedangkan klik di sini untuk mendownload software Microsoft .NET Framework versi 4.0.

Aturan Penggunaan Imbuhan “a, an, the” dalam Bahasa Inggris

Cara mudah belajar bahasa Inggris – Kita sering melihat kalimat atau frase yang mempunyai a, an, dan the didalamnya. Sebenarnya, apa nama ketiga hal tersebut? Perlu Anda ketahui bahwa ketiganya dinamakan dengan article. Pada dasarnya, article merupakan sebuah bagian yang digunakan untuk memodifikasi kata benda.
Bahasa inggris mempunyai dua jenis article yaitu a/an dan the. Kita menyebut kedua bentuk article tersebut sebagai indefinite article dan definite article.
The : Definite article
A/an : Indefinite article
Apa bedanya dan bagaimana cara menggunakannya? The menunjukkan benda yang spesifik dan jelas benda yang mana serta bagaimana wujudnya. Sedangkan a/an menunjukkan benda yang tidak spesifik dan belum jelas wujud serta lokasinya. Sebagai contoh, saya berkata “Let’s go to the bus” kalau hal itu yang saya katakan maka terdapat bus yang spesifik dan kita semua telah mengetahui bus tersebut. Kemudian, saya berkata “Handi, take the book please”, ketika saya berkata maka lawan bicara saya yaitu Handi, telah mengetahui buku apa yang dimaksud.
Berbeda dengan a atau an, misalnya saya berkata “Handi, take a book please”, maka Handi tidak mengetahui buku apa yang harus diambilnya karena sebuah kalimat yang berisi a/an, tidak menunjukkan benda yang spesifik.

Penggunaan a/an secara lebih terperinci
Every night, I take a coffee for my father and we begin talk about business, football, and many other things.  (Dalam kalimat ini, tidak begitu spesifik jenis kopi apa yang dihidangkan. Tidak ada kopi spesifik yang mereka sukai dan tentu mereka bisa saja berganti-ganti jenis kopi.)
Call a policeman when you see the robber walk here. (Kalimat tersebut hanya menunjukkan bahwa seseorang diharuskan untuk memanggil polisi, siapapun itu apakah ia polisi gemuk, kurus, wanita, atau pria, tentu tidak masalah. Karena yang terpenting adalah polisi.)
Ingat bahwa penggunaan a/an harus melihat pada kata huruf yang paling awal di sebuah kata. Jika konsonan, maka gunakanlah a, dan jika vocal maka gunakanlah an. Berikut aturan lengkap sistem penggunaan kedua hal tersebut.
A + Sebuah kata benda yang mempunyai konsonan di awal kata. Contoh : a zoo, a mountain, a chair, a bike, a fan, a book, dan a ruler.
A + Sebuah kata benda yang dimulai dengan bunyi konsonan. Meskipun kata benda ini dimulai dengan huruf vocal, tetapi jika bunyinya konsonan maka sudah pasti tetap menggunakan A. Contoh : a university, a user, dan a unit. Ketiga kata benda tersebut memang diawali dengan huruf vocal, namun kesemuanya dibaca dengan awalan “yoo” (yoo-zer, yoo-nit).
An + Sebuah kata benda yang diawali dengan huruf vokal baik penyebutannya maupun kata-katanya itu sendiri. Contoh : an apple, an airplane, an axe, an ant, an egg, dan an idiot.
Itulah hal-hal yang harus Anda ketahui dalam penggunaan a/an, kemudian pada tahap selanjutnya Anda akan diberikan pemahaman khusus mengenai penggunaan the.
Penggunaan the secara lebih terperinci
I usually read the book in a bus when I go to school. (Kita disini sedang berbicara sebuah buku yang sudah jelas maksudnya. Bisa jadi, seseorang di dalam kalimat tersebut hanya membaca satu buah buku setiap ia berangkat sekolah.)
I am going give you the video game next week. (Video game yang akan diberikan sudah jelas maksudnya, mungkin video game tersebut merupakan video game favorit yang sangat diinginkan oleh lawan bicara seseorang dalam kalimat tersebut.
Secara garis besar, penggunaan the dalam kalimat verbal dan tulisan mencakup kepada hal tersebut. Kemudian, ada aturan penting mengenai penggunaan the dalam sistem geografi yang akan dijelaskan dalam poin-poin berikut ini.
Jangan gunakan The pada sistem Geografi berikut ini:
  1. Sebagian besar negara atau wilayah (Misalkan Canada, China, New Zealand)
  2. Kota, ibu kota kota atau negara (Misalnya Ottawa, Paris, California, France)
  3. Jalan (Misalnya Front Street, Lakeview Avenue, Dogwood Crescent)
  4. Danau (Misalnya Lake Ontario, Lake Placid, Bear Lake, Lake Toba)
  5. Teluk (Misalnya Fundy Bay)
  6. Gunung (Misalnya Kilimanjaro, Krakatau, Mount Everest)
  7. Benua (Misalnya America, Africa, Australia, Asia)
  8. Pulau (Sumatra, Java, Madagaskar)
Gunakan The sebelum nama-nama berikut ini:
  1. Sungai, samudra, laut (misalnya the Mississippi River, the Atlantic Ocean, the Mediterranean)
  2. Teluk yang menggunakan “bay” di awal (misalnya the Bay of Fundy, the Bay of Bengal)
  3. Semenanjung (misalnya the Persian Gulf, the Arabian Peninsula)
  4. Pegunungan (misalnya the Rockies, the Dolomites, the Laurentians, the Bukit Barisan)
  5. Kutub (misalnya the North Pole)
  6. Wilayah geografis (misalnya the Middle East, the South)
  7. Padang pasir dan hutan (misalnya Gobi Desert, the Black Forest)
Kami sudah menjelaskan beberapa hal detail mengenai penggunaan article a/an dan the. Saat ini, giliran Anda mempraktikkannya. Selamat mencoba.

Syarat Pembentukan Strategi Knowledge Management

Tulisan berikut merupakan bagian dari laporan skripsi saya ketika memperjuangkan harga diri (*halah) mendaki gunung lewati lembah (*apasiih) demi Sarjana Komputer di UIN Suska Riau. Merujuk pada indikator keberhasilan implementasi KM sebagaimana disebutkan di bagian sebelumnya, setidaknya ada empat prasyarat yang harus dipenuhi untuk mewujudkan KM dengan sukses (Kusno, 2008) yaitu :


1.   Leadership, faktor kepemimpinan (teladan, karsa, dorongan) sebagai learning enabler, sangat dipelukan dalam berbagai aktivitas organisasi, diantaranya diperlukan untuk mewujudkan pengetahuan workers karena seorang pekerja yang senantiasa menggunakan pengetahuan dalam kesehariannya tidak bisa dihasilkan begitu saja tanpa adanya kepemimpinan yang baik.
2.   Budaya organisasi yang baik seperti budaya belajar, saling percaya (mutual trust) sangat diperlukan untuk terjadinya proses kreasi, transfer (sharing) dan pemakaian pengetahuan. Dengan budaya yang kondusif memungkinkan untuk terjadinya pengetahuan worker, pengetahuan-driven culture, collaborative pengetahuan sharing, learning organization, karena leadership yang kuat pun jika tidak didukung oleh budaya/habitat yang kondusif maka akan sulit untuk mewujudkan semua itu.
3.   Kualitas SDM yang memiliki mindset yang positif terhadap pengetahuan sharing maupun teknologi informasi sangat diperlukan untuk menghasilkan pengetahuan-based products/services. Mengingat peran teknologi informasi sangat penting dalam faktor pengetahuan (pengetahuan) dengan segala keunikan dan kemampuannnya dibandingkan dengan aspek lain dalam praktis manajemen, maka tentu saja yang mampu menelola pengetahuan ini adalah orang dengan kemampuan manajerial yang memadai, artinya hanya orang yang memiliki kemampuanlah yang mampu mengelola pengetahuan itu sendiri. Maknanya bukan sekedar human resources management (manajeman sumber daya manusia) seperti beberapa waktu yang lalu menjadi basis pengelolaan organisasi dan perusahaan. Sekarang kondisinya sudah bergeser menjadi human capital asset, modal manusia, bahkan lebih tepatnya adalah modal intelektual (intellectual capitral). Artinya. Yang dikelola adalah intelektual yang dimiliki seseorang, bukan orang secara keseluruahan. proses pengelolaan pengetahuan maka IT literacy menjadi satu hal yang sangat penting dalam implementasi KM.
4.   Infrastruktur IT menjadi prasyarat yang juga harus diperhatikan sebelum menerapkan KM karena peran IT sangat penting dalam membantu pengelolaan pengetahuan di organisasi. Dengan infrastruktur IT yang baik, proses kreasi, distribusi dan pemakaian pengetahuan akan lebih mudah, cepat dan akurat sehingga proses memaksimalkan intellectual capital, organisasi collaborative pengetahuan sharing, value based on customer pengetahuan, transforming enterprise pengetahuan into organizational wealth akan menjadi lebih mudah.

Meet The Best Billiard Players of The World

Kiri: Ko Pin Chung (No.4 Dunia). Kanan: Ko Pin Yi (No.1 Dunia)
Kala Nyata melebihi Asa. Terdampar satu turnamen bersama Pemain Billiard No 1 Dunia (Ko Pin Yi 柯秉逸) dan No. 4 Dunia (Ko Ping Chung). The World's Greatest Pool Players. *berikutnya Leo Messi dan si mungil Thiago. hehe.
Tuhan itu baik banget yaa, yang tidak kita minta saja diberi, apalagi kita minta :). Laa haula wala quwwata illa billah-Tiada daya dan upaya melainkan pertolongan-NYA. Besok, kudu ada meja billiard dan meja tenis meja di rumah, fardu ain. hehe 

Game
Saya yakin ada jutaan orang yang menginginkan berada di posisi saya sekarang. Termasuk pemain terbaik billiard Indonesia. Bertahun-tahun hanya bisa melihat via layar monitor. "Ko Pin Yi (kiri saya) adalah pemain terbaik No.1 billiard dunia, dan Kon Ping Chung (kanan) No. 4 dunia (sumber: http://www.wpa-pool.com/web/rankings), bisa bertemu mereka bahkan berada satu turnamen serasa masih mimpi. Masih belum mempercayainya. hehe :)
 

Game
Saya bilang ke dia (Ko Pin Yi) saya dari Indonesia, dari kampus NTUST Taiwan untuk turnamen ini, juga kalau saya sering menonton laga internasionalnya di Youtube untuk menemani makan malam dikos-kosan. Dan saya bilang juga, kalua pekan lalu (waktu itu) dia masih bermain di turnamen World Pool China. Dia senang dan raut muka serta apa yang ia ucapkan tidak akan pernah hilang dari ingatan. 

Saya telah menggunakan beberapa tahun belajar billiard ketika masih SMP, setelahnya sangat jarang. Baru menyadari senjata paling ampuh adalah “fokus, tenang dan fisik” sekalipun dalam kondisi tertinggal, tidak boleh terburu-buru, dan kekuatan paling besar adalah “keyakinan”. Dibeberapa pertandingan, sempat tertinggal beberapa set krusial 1-4, 2-5, sebelum akhirnya memenangi lagai 6-4, 6-5, detak jantung pun serasa 90/60. hehe

Full Team of NTUST Billiard at The Gymnasium of Chinese Culture University
Sesaat sebelum bertemu dengan Doi, merasa gugup sebelum turun ke dalam lapangan. Tidak percaya pada apa yang akan saya lakukan dan sempat berbicara dengan diri sendiri sebelum melakukannya. Kaki rasanya bergetar dan saking gugupnya sempat berbicara soal apa yang akan saya lakukan pada pria yang selama ini hanya bisa saya lihat dilayar monitor. Tidak bisa mengingat apa pun kala berlari masuk lapangan dan mencuri kursi baris paling depan. Semuanya terjadi dengan cepat dan adrenalin terpompa kencang. Itu merupakan kejadian yang luar bisa. :D
 
Dinner after tournament
Erick (pemain lokal se-tim) membantu saya. Dia mengambil telepon seluler saya dan berbicara dalam bahasa Taiwan kepada Ko Pin Yi untuk sedia berfoto bersama. Dia tersenyum dan bisa melihat mukanya secara langsung merupakan hal yang tidak akan saya lupakan.
sebelum itu.
Erick: Saide, kamu tahu pemain terbaik dunia ?
Me: iya, sy selalu menonton pertandingannya di Youtube, si Ko Pin Yi dari Taiwan.
Erick: itu ditengah kita mereka sedang bertanding.
Me: kaget, dan masih belum percaya. Kemudian, mulai memperhatikan wajahnya dari lantai 2 tribun. Sy bilang ke dia, kalau wajahnya tampak beda dengan yang di Youtube ?
Erick: iya itu dia, Ko Pin Yi (world`s best player). Dan disampingnya adalah Adiknya, Ko Ping Chung, pemain terbaik No. 4 Dunia.
*tanpa melanjutkan pemibicaraan, saya pukul pundaknya dan langsung berlari mengajaknya turun kebawah dan melihat lebih dekat. Dan memang Benar.
"Kebaikan keduanya sangat luar biasa."
Mereka sangat rendah hati dan baik. Hal tersebut jarang didapatkan dari orang yang populer. Bisa bertemu dia secara langsung adalah momen terbaik. "Luar biasa. Saya yakin ada jutaan orang yang menginginkan berada di posisi saya sekarang." "Saya harap teman hidup di masa mendatang tidak cemburu jika bersua Ko Pin Yi dan Ko Ping Chung adalah hal paling indah dalam hidup."
NTUST Billiard Pool Team 2016

WHEN 4 papers conferences, 2 papers journal, were accepted.

4 papers conferences, 2 papers journal, were accepted.

Setiap tahunnya punya target sederhana, 2 artikel internasional dan 1 nasional. Malam itu, jauh sebelum sidang akhir tesis, terpaksa berlabuh ke lain hati. Maafkan kami kalau akhirnya nama afiliasi atau kampus luar negeri yang kian meroket. Sebenarnya kita bisa bikin berjodoh, tapi sayang, semangat si anak jalanan nampaknya over dosis ketimbang semangat teman-teman di Kementerian terkait. Terpaksa dan mulai Terbiasa nyaman memilih lakon sebagai pengamen.



Untuk mencapai posisi atau pengakuan internasional banyak cara yang bisa ditempuh, antara lain, perlu bekerja keras menulis penelitian, melamar dana penelitian, melakukan penelitian, dan mempublikasikan di jurnal internasional. Kerja sama dengan posisi sejajar dengan ilmuwan sebidang di luar negeri, juga perlu dilakukan. Yang tidak kalah penting adalah mencoba mempresentasikan hasil riset di seminar internasional perhimpunan kepakaran sebidang. Berusaha menjadi penulis di jurnal internasional bisa menjadi jejak untuk posisi kita diakui di mata internasional.


2 bulan lalu, bagian dari tesis coba dikemas sedemikan rupa dan melahirkan 4 papers conference (ICIKM China, ICMSS Jepang, ICAIT Australia, ICMEM Bali), 2 paper jurnal (International Journal of Computer Science and Information Technology dan Journal of Technology Management). 1 jurnal accepted dan mendapat FREE di ICAIT Australia, 1 paper tanpa revisi dipersilakan memilih jurnal yang dimau di ICMEM Bali, 1 paper mendapat nilai 6 dari interval 7 di ICMSS Jepang. Dengan indexed/published by IEEE explore, Web of Science, Ei Compendex, Scopus, Conference Proceedings Citation Index- Science (CPCI-S) 1990 present, Inspec. Untuk tambahan pengetahuan, CPCI-S adalah conference yang yang di indexed oleh Web of Science-Thomson Reuters. Saya yakin, para pelaku ilmiah cukup memimpikan artikel mereka menjadi bagian dari terbitan Thomson Reuters. 





Tapi SAYANG, tak satupun ada kebijakan SISTEM pendidikan yang mensupport dana seminar internasional mahasiswa. Setelah ngoprak-aprik program kerja Kementerian terkait, ada satu kementerian yang kiranya akan mendatangkan angin segar. Lagi-lagi, setelah komunikasi ke Kementerian tersebut, syaratnya adalah si pengusul harus mempunyai NIDN, jelas mahasiswa, NIDN ??? hmm !!!. Akhirnya, “ngamen” dan berlabuh ke program beasiswa negara lain untuk seminar publikasi internasional menjadi sandaran yang tak terelakan, wal hasil nama afiliasi yang kian meroket di publikasi internasional adalah juruan dan kampus negara lain. 



Beberapa orang mau melakukan sesuatu karena kegemaran, beberapanya lagi melakukan karena tuntutan, ada juga yang melakukan karena cinta mati dibidang tersebut, lebih dari itu ada pula yang punya target ingin mencapai pengakuan internasional atas bidang yang ditekuni. Disatu sisi, ada juga yang sebenarnya sudah melakukan dan berhasil tapi terkendala financial supporting. Yang jelas, apapun alasannya semua ingin berkontribusi sesuai bidang yang ia cintai.

SISTEM pendidikan kategori layanan seminar internasional lebih memilih untuk “berteriak” ketimbang memfasilitasi. Begiutpun kiranya Universitas sering berkoar sana-sini untuk mahasiswa mereka mau semangat publikasi internasional. Pasti pernah dan mungkin sering dengar ketika masa orientasi atau di kelas "Kita itu jauh tertinggal publikasinya dibanding negara-negara tetangga seperti Singapura, Thailand, Vietnam, mahasiswa masih rada malas mempublikasikan hasil penelitian mereka".


Kalau sudah seperti ini, masihkah student yang dibebek hitamkan. Maka, jika publikasi internasional kita masih sangat jauh tertinggal oleh negara tetangga, Wajar !!!
Semoga berjodoh dilain kesempatan.
Salam kami, si kutu kupret pengamen jalanan. Tetap dalam Perdjoeangan yoo.
----------------------------------------------------------------------------------------
ICIKM (International Conference on Information and Knowledge Management, July 22-24, Beijing, China).
ICMSS (International Conference on Management and Social Science, July 29-30, Yokohama, Japan).
ICAIT (International Conference on Advanced Computer Science and Information Technology, May 28-29, Sidney, Australia).
ICMEM (International Conference on Management in Emerging Markets, August 10-12, Bali, Indonesia).
IJCSIT (International Journal of Computer Science and Information Technology).
Journal of Technology Management

SAADISSS at Maokong, Taiwan

SAADISSS.
‪#‎maokong‬ -> taipei101. ‪#‎filosofikopi‬ ‪#‎Bonus‬
"We believe a shared moment of genuine connection over COFFEE is a simple act that help provide an uplifting part of someone`s day and future". Keindahan, memang harus diberi jarak seperti Maokong dan Gedung Taipei101.




Manusia hanya punya sedikit jatah 'Kegilaan', yuuk dipakai

Sore itu, 2006.

Masih teringat jelas dipelupuk mata saat pertama kali nekat berani meninggalkan kampung (gambar 1) ke kota untuk daftar SMA. Sore itu (2006), tengah berlangsung acara perpisahan SMP, belum selesai acara, malah pulang ke rumah, lempar pakaian masukin ke tas, izin ke ortu mau lanjut sekolah (ortu kaget, oh jelas), naik speed boat (transportasi laut), berangkat. Sampai di ibukota kabupaten, sama sekali tidak memikirkan mau nginap dimana, ketika sedang makan malam di waroeng, datang seorang guru yang menawarkan tidur dirumahnya untuk sementara waktu (udah disingkat kali nih ceritanya :D).


Tanjung Baru, Indragiri Hilir, Riau, INDONESIA

Manusia Hanya diberi sedikit "kegilaan" dalam hidup meraka dan Kita jangan sampai kehilangan itu. Sampaikan mimpi mu Kawan, karena jarak bukan lagi tentang miliiaran kilometer, melainkan Kemauan. 

Melihat bangunan sekolah ini (NTU Taiwan. Gambar 2&3) jadi ingat film 3 idiots, satu-satunya film yang tak pernah merasakan fasilitas "Delete" dari hardisk, per 2 bulan sekali ditonton ulang. 

NTU University, Taiwan

2 pesan moral film 3 idiots (saya hanya mengutip sejauh daya ingat *hehe):
Jangan "memperkosa" ilmu pengetahuan, fahami dan nikmati. Universitas adalah lembaga pendidikan bukan panci press cooker.” Atau pernyataan: “Kita memang harus belajar serius, tapi tidak sekedar untuk lulus. Usah belajar hanya untuk menjadi sukses tapi untuk membesarkan jiwa. Usah mengejar kesuksesan, tapi kejarlah kesempurnaan, maka sukses akan mendampingimu.”

“Saat kamu sedang merasa sedih, takut dan gelisah, letakkan tangan di dada dan katakan “AAL IZZ WELL”. Karena sesungguhnya hati kita pengecut dan mudah dikelabui. Jika ada masalah dalam hidup, katakan pada hati semua akan baik-baik saja. Hal itu tidak akan menyelesaikan masalah, namun paling tidak memberi hati kita kekuatan untuk mampu bertahan.”

NTU University, Taiwan
 Saya tetap sangat berterima kasih kepada semuaanya, orang tua, keluarga, guru dan terutama untuk para kawan-kawan SMA 2 Tembilahan Hulu, aktivis kampus, jika sebagai siswa disana saya selalu merasa sangat dekat, maka sekarang, sejak disini, saya justru merasa jauh lebih dekat lagi. Saya telah dan sangat beruntung untuk bisa merasakan begitu banyak cinta, saya hanya bisa mengatakan terima kasih dan tahu bahwa saya selalu membawanya dalam hati.

NTNU University, Taiwan

NTNU University, Taiwan
 
Ayooo !!! Semangat yaa para Wong Deso (Pelajar dari Kampung).

wa/telegram: +6285271361231
line: saidesaide
IG: saidesank

DiLAMAR sebagai REVIEWER di International Conference, INDIA.

Pelan pelan akhirnya "DILAMAR". Alhamdulillah 1 goal, Sampai.
Lumayan, nambah-nambah halaman CV. *hehe.



Menjadi REVIEWER (As a Reviewer) di International Conference on Computing, Communication and Information Security (CCIS)-2017, IRET, Karnataka, INDIA (Elsevier Computers Procedia). http://www.ccis.co.in/committee.html.




Entah dari mana panitia tahu informasi diri sepaket dengan bidang yang ditekuni hingga sepekan lalu mendapat invitation menjadi Committee / Reviewer, saya kira panitia bercanda, jelas masih sebagai student. Karena biasanya posisi ini dipercayakan kepada yang bergelar S3 atau sudah bergelar S2 atau paling tidak punya segudang tulisan dan pengalaman menjadi pembicara. Hari ini iseng-iseng crosscheck nama Committe di website, eh nongol juga nama si kutu kupret. Dodit bilang "GOKIL".




Mulai merasakan faedah dari memanfaatkan sosmed (facebook, linkedin, mendeley, dll) sebagai fitur untuk memperkanlkan pengajian (konsentrasi keilmuan) yang ditekuni. Kami selalu percaya, ibarat kartu remi, cepat / lambat kartu As PASTI muncul.

In one story, 2013 silam mendatangi 27 companies untuk sedia sebagai sponsor, hanya 2 atau 3 yang membuka hati, tapi hingga kini kami punya jalinan cinta *eh silaturahmi yang begitu dekat (kartu As).


"you Will when you Believe"
*Hasil tak akan ingkari Upaya*

'Knowledge' Makhluk seperti itu sebenarnya !!! dan Siapa Legenda Knowledge Management

KNOWLEDGE atau PENGETAHUAN yang berkali-kali kita bicarakan itu sebenarnya “makhluk” apa ?. Pengetahuan itu bisa dibagi menjadi dua (Nonaka 1992, dalam Saide 2015) :
Knowledge is Power (sumber: image)
1.Explicit Knowledge yakni pengetahuan yang tertulis, terarsip, tersebar (cetak maupun elektronik) dan bisa sebagai bahan pembelajaran (reference) untuk orang lain. Ketika seorang member milis memberi solusi dengan menulis di buku, maka sebenarnya itu adalah bentuk explicit knowledge.
2.Tacit Knowledge merupakan pengetahuan yang berbentuk knowhow, pengalaman, skill, pemahaman, maupun rules of thumb. Ketika seorang member milis menjawab berdasarkan pengalaman dia, hasil ngoprek atau tidak disengaja dapat solusi misalnya, itu semua adalah tacit knowledge. Tacit knowledge ini kadang susah kita ungkapkan atau kita tulis.

Contoh lainnya, seorang koki hebat kadang ketika menulis resep masakan, terpaksa menggunakan ungkapan “garam secukupnya” atau “gula secukupnya”. Soalnya memang dia sendiri tidak  pernah mengukur berapa gram itu garam dan gula, semua menggunakan know-how dan pengalaman selama sekian tahun memasak. Itulah mengapa Michael Polyani mengatakan bahwa pengetahuan kita jauh lebih banyak daripada yang kita ceritakan.

Ikujiro Nonaka (sumber: image)
Legenda knowledge management tentu tidak bisa kita lepaskan dari Ikujiro Nonaka dengan bukunya The Knowledge-Creating Company. Nonaka menceritakan bagaimana success story Matsushita Electric pada tahun 1985 ketika mengembangkan mesin pembuat roti. Konon pada era tahun 1985, Matsushita Electric menemui kesulitan besar dalam produksi mesin pembuat roti.

Mereka selalu gagal dalam percobaan yang dilakukan. Kulit luar roti yang sudah gosong padahal dalamnya masih mentah, pengaturan volume dan suhu yang tidak terformulasi, adalah pemandangan sehari-hari dari percobaan yang dilakukan. Adalah seorang pengembang software matsushita electric bernama Ikuko Tanaka yang akhirnya mempunyai ide cemerlang untuk pergi magang langsung ke pembuat roti ternama di Osaka International Hotel. Dia dibimbing langsung oleh sang pembuat roti ternama tersebut untuk belajar bagaimana mengembangkan adonan dan teknik khusus lainnya.

Ikujiro Nonaka (1998) dalam Saide (2015), membuat formulasi yang terkenal dengan sebutan SECI Model atau Knowledge Spiral. Konsepnya adalah sebagai berikut:  dalam siklus perjalanan kehidupan kita, pengetahuan itu mengalami proses yang kalau digambarkan berbentuk spiral, proses itu disebut dengan Socialization - Externalization Combination - Internalization.

1. Proses eksternalisasi (externalization), yaitu mengubah tacit knowledge yang kita miliki menjadi explicit knowledge. Bisa dengan menuliskan know-how dan pengalaman yang kita dapatkan dalam bentuk tulisan artikel atau bahkan buku apabila perlu. Dan tulisan tulisan tersebut akan sangat bermanfaat bagi orang lain yang sedang  memerlukannya.

2. Proses kombinasi (combination), yaitu memanfaatkan explicit knowledge yang ada untuk kita implementasikan menjadi explicit knowledge lain. Proses ini sangat berguna untuk meningkatkan skill dan produktivitas diri sendiri. Kita bisa menghubungkan dan  mengkombinasikan explicit knowledge yang ada menjadi explicit knowledge baru yang lebih bermanfaat.
SECI Model atau Knowledge Spiral (Nonaka, 1992)
sumber: http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1877050915036315 (author: Saide, Mahendrwathi)
3. Proses internalisasi (internalization), yakni mengubah explicit knowledge sebagai inspirasi datangnya tacit knowledge. Dari keempat proses yang ada, mungkin hanya inilah yang telah kita lakukan. Bahasa lainnya adalah learning by doing. Dengan referensi dari manual dan buku yang ada, saya mulai bekerja, dan saya menemukan pengalaman baru, pemahaman baru dan know-how baru yang mungkin tidak saya dapatkan dari buku tersebut.

4. Proses sosialisasi (socialization), yakni mengubah tacit knowledge ke tacit knowledge lain. Ini adalah hal yang juga terkadang sering kita lupakan. Kita tidak manfaatkan keberadaan kita pada suatu pekerjaan untuk belajar dari orang lain, yang mungkin lebih berpengalaman. Proses ini membuat pengetahuan kita terasah dan juga penting untuk peningkatan diri sendiri. Yang tentu saja ini nanti akan berputar pada proses pertama yaitu eksternalisasi. Semakin sukses kita menjalani proses perolehan tacit knowledge baru, semakin banyak explicit knowledge yang
berhasil kita produksi pada proses eksternalisasi.



References:
1. Saide & Mehendrawathi(2015). Knowledge Management Support For Enterprise Resource Planning Implementation. Procedia - Procedia Computer Science, 00, 1–8. http://doi.org/10.1016/j.procs.2015.12.170. 
2. Saide & Rozanda, N. E. (2013). Analisis kebutuhan manajemen pengetahuan pada perusahaan perbankan 1, 343–351. 
3. Nonaka I & Konno N. The Concept of BA: Building A Fondat ion for Knowledge Creation. California Management Review. pp. 40-55. 1998. 
4.  Takeuchi, H. (2005). The New Dynamism of the Knowledge-Creating Company, 1–10.
5.  Nonaka, Ikujiro, and Hirotaka Takeuchi. 1995. The Knowledge-Creating Company: How Japanese Companies Create the Dynamics of Innovation. Oxford University Press

'Merantaulah hingga tersesat berkali-kali'

"Merantaulah hingga tersesat berkali-kali, itulah cara terbaik untuk menemukan jati diri”. Hingga akhirnya saya temukan rasa ini "bukan perusahan/instansi mana yang kita tuju, tapi leader mana yang kita pilih (kita yang pilih)".




Diri ini telah dan sangat beruntung untuk bisa merasakan begitu banyak cinta, hanya bisa mengatakan terima kasih dan tahu bahwa selalu membawanya dalam hati. (terima kasih berarti mengakui bahwa kita tidak bisa hidup tanpa orang lain)


Persis 17 tahun silam. Teman teman, baru baru ini saya mendengar cerita singkat nan pelik dari teman yang dulu mengikutai kegiatan bakti sosial di kaki gunung semeru jawa timur. Dia mendapati seorang anak yang sedang bermain bola dan bertanya "Adik, adik mau jadi apa kalau sudah besar ?". Si adik menjawab "biar aku jadi petani seperi ayah saja, Om". Dalam benak saya, Sekejam apa negara kita sampai anak se kecil itu tidak berani untuk bermimpi, Sekejam Apa :( :( :( !!!. ini persis 17 tahun silam saya alami. 


Kami ingin terus tumbuh secara personal dan profesional sehingga di masa depan mudah-mudahan Kami bisa kembali ke kampung halaman dan memberikan kembali segala sesuatu yang telah diberikan kepada Kami selama tahun-tahun tak terlupakan. Kami dapat belajar tentang passion dan semangat, belajar tentang mimpi, mempelajari banyak hal dalam satu waktu. Bukan perusahaan mana yang saya tuju, tapi Leader mana yang saya pilih. Leader yang baik mengajarkan dengan cara berbeda.



Semuanya sangat bermanfaat untuk kami, pelajar rantauan, yang hingga kini masih merangkai jalan titik temu antara diri ini dengan ilmu yang dikais. Meniti kehidupan di tanah rantauan. Ya, Diri ini masih mencari, meretas jalan. Sementara waktu, nantikan kami dengan berdo’a di hadapan kerahiban-Nya, semoga kami segera kembali untuk kampung, untuk Agama dan pasti untuk Indonesia merdeka.