Showing posts with label My Activities. Show all posts

Pramuka Tembilahan Hulu Taja Talkshow Hadapi Era Digital 4.0

INHIL:Riaunet.com & YRANSMEDIARIAU.COM – Kwartir Ranting (Kwarran) 04.02.15 Gerakan Pramuka Tembilahan Hulu berkerjasama dengan Gugus Depan (Gudep) 15.003-15.004 Gerakan Pramuka STAI Auliaurrasyidin Tembilahan menggelar Talkshow Pramuka Menghadapi Era Digital 4.0 bertempat di Auditorium Kampus STAI Auliaurrasyidin Tembilahan, Jalan Gerilya Parit Enam (Panam) Tembilahan Barat, kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Rabu (6/2/2019).

Ketua Kwarran Gerakan Pramuka Tembilahan Hulu yang di wakili oleh Sekretaris, Dedi Susanto dalam sambutannya pada saat pembukaan mengatakan, bahwa Pramuka itu bukan hanya tepuk tangan dan baris berbaris tetapi juga melalui Pramuka mampu membaca dan berfikir untuk menjawab tantangan zaman karena setiap fase perkembangan yang kita lalui baik itu kita ikuti maupun tidak, pastinya akan terus berjalan.


“Melalui kegiatan ini kita berusaha memberikan stimulan/rangsangan agar kedepan kegiatan pramuka itu tidak stagnan tetapi bisa memanfaatkan kemajuan teknologi, selain itu bagaimana pemanfaatan teknologi tidak menjadi bumerang untuk dimplementasikan dalam kehidupan sehari hari.” Ujar Dedi.
Adapun narasumber kegiatan Talkshow ini adalah Kak Saide, S.Kom.,M.Kom.,M.I.M dari National Taiwan University Of Sience and Technology dan Kak Habibie, SE dari Journalist.

Dalam inti pemaparannya Kak Saide memberikan motivasi bahwa seseorang tidak ada kata tidak bisa, selagi dia ingin berbuat dan ingin mengejar sebuah impiannya walaupun dia adalah orang yang mempunyai keterbatasan dalam finansial tapi jadikan itu sebagai motivasi untuk mengejar impiannya, selain itu tema “PRAMUKA MENGHADAPI ERA DIGITAL 4.0″ juga menceritakan bahwasanya perkembangan zaman di era 4.0 ini sangat luar biasa di karenakan dengan era ini semua serba bisa di lakukan dengan satu ketikan saja akan menghasilkan apa yang di inginkan.




Sementara itu Kak Habibi, SE memaparkan pembuatan konten media sosial agar menarik dalam menyampaikan pesan, selain itu juga langsung diadakan praktik menggunakan media sosial secara bijak. Sultan Hasanuddin Ketua Dewan Kerja Ranting (DKR) Gerakan Pramuka Tembilahan Hulu mengungkapkan, rasa gembiranya kegiatan ini berjalan dengan sukses, di ikuti oleh 403 peserta, tidak termasuk panitia serta di sediakan piagam dan doorprize,” Ungkapnya. “Dengan adanya piagam dan doorprize yang di berikan oleh pihak sponsor kepada peserta menambah nilai semangat dan antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut,” Tutur Sultan yang juga Mahasiswa STAI Auliaurrasyidin Tembilahan ini.


Nampak hadir acara Pembukaan dan Talkshow Nasruddin Andalan Ranting dan Pengurus Kwarran Gerakan Pramuka Tembilahan Hulu, Ketua dan Dosen serta Mahasiswa STAI Auliaurrasyidin, Andalan Cabang Gerakan Pramuka Inhil, Dewan Kerja Cabang Inhil, Dewan Kerja Ranting Tembilahan Hulu, Anggota Pramuka dan Osis yang berada di Gugus Depan Tembilahan dan Tembilahan Hulu, Menwa, HMI, GMNI, PMII, KKB dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) lainnya.*(rls)



sources:
http://www.transmediariau.com/2019/02/07/pramuka-tembilahan-hulu-taja-talkshow-hadapi-era-digital-4-0/

https://www.riaunet.com/berita/daerah/inhil/9865/2019/kwarran-gerakan-pramuka-tembilahan-hulu-taja-talkshow-pramuka-hadapi-era-digital-4-0/

Sinergi Akademik dan Organisasi

KOTA (RIAUPOS.CO) – Sebagai salah satu alumni yang memilih mengabdi di kampus, Saide ingin para mahasiswa yang di kampus tempatnya dulu berjuang menimba ilmu lebih maju. Menurutnya, salah satu kuncinya adalah mempersiapkan jauh-jauh hari untuk mencapai tujuan setelah lulus kuliah kelak. Terutama bila ingin melanjutkan studi dan meningkatkan kemampun keilmuan.

sss


Saide memperhatikan, mahasiswa saat ini punya banyak mimpi tapi perlu didampingi. Didampingi menurutnya bukan hanya dalam konteks konsep, tapi benar-benar duduk di samping mereka hingga mereka akhirnya menghasilkan sesuatu. Selain itu menurutnya mahasiswa juga harus sadar bahwa saat ini mahasiswa seharusnya tidak lagi disuapi apa yang harus mereka buat.

Kalau ingin mendapatkan lebih dan apabila saat berkarir nanti ingin dibayar lebih, bukan hanya soal etika yang harus diperhatikan. Tapi koneksi dan relasi juga harus diperhatikan. Bukan hanya relasi pada dosen dan sesama mahasiswa, tapi juga relasi pada alumni, calon mitra kerja di masa depan. Dan itu semua menurut Saide harus dipersiapkan dari sejak mereka masih duduk di bangku perkuliahan.

‘’Artinya mahasiswa harus aktif baik itu di akademik mapun aktif organisasi. Kalau ada orang bilang itu tidak bisa sejalan, paradigma itu harus diubah, karena kedua harus jalan barengan, tidak boleh dipisah. Karena pengalaman di organiasi itu merupakan jembatan bagi mereka,’’ terang mantan Wakil Gubernur Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska Riau ini

Sumber: https://sif.uin-suska.ac.id/sejalan-akademik-dan-organisasi/

If Yes, Say Yes. If No, Say No. Don`t Say Wah Wah !!!!

Finally, I managed to say "NO". If we’re afraid, don’t do it; if we decide to do it, don’t be afraid. Perlu waktu yang tidak sebentar memang.

Don’t say “yes” if we want to say “no”. Don’t say “maybe” if we want to say “never”. We can’t hurt people with our decisions. We always want to please, but at the end we are hurting ourselves; it took me a lot of time to learn how to say “no”, but I finally managed. 

Teringat sebuah paper jurnal berindex tahun lalu saya baca, judul nya UNIQUE yakni "IF YES, SAY YES. IF NO, SAY NO. DON`T SAY WAH-WAH" atau "Jika IA, bilang IA. Jika Tidak, bilang TIDAK. Jangan Bilang Kagum-Kagum".

Tentang KEJUJURAN SIKAP dalam INTERAKSI. Tentang "PERBEDAAN" pendapat yang tak jarang dipandang "ANEH" padahal lumrah. Bukankah setiap Insan Dicipta TUHAN dengan karakter nya masing-masing. Bukankah PERBEDAAN adalah Rahmat. Bukankah ROSUL juga Hidup nya berpindah-pindah (Hijrah). 

Kita sepakat dan sadar betul hidup ini 'keras", tapi nasib tidaklah selalu begitu selama "berusaha" (Man Jadda WaJada” alias “yang bersungguh-sungguh yang mendapatkan"). 

Bukankah DIA (Allah SWT) telah menjamin Rizqi. Perut dicipta, sudah disiapkan isi, bahkan ketika masih dalam perut si Ibu sudah dapat makan. Cicak makanan nya terbang-terbang, bukankah Cicak tidak bisa terbang, bisa hidup.

Ketika Nemuk Stick Store di Surabaya

Terinspirasi membuat notes ini oleh pertanyaan salah seorang pengunjung page PEPI, mengenai bagaimana standard billiard cue. akhirnya saya mencoba browsing mencari artikel tentang hal tersebut, dan mencoba membaginya bersama para pecinta billiard, tentunya setelah saya terjemahkan terlebih dulu :)

Isak Billiard Store at Surabaya. Cobra Cue

Selain kutipan dari beberapa artikel di web yang saya cantumkan di bawah, saya juga menambahkan sendiri dari pengalaman dan pengetahuan saya sendiri selama berkecimpung di dunia billiard.
Semoga tips ini berguna ya :)
Bermain billiard dengan 'house cue' memang menyenangkan, bila anda menyukai olahraga ini hanya sebagai selingan disaat anda bosan dengan rutinitas pekerjaan anda, dan ingin hang out bersama teman-teman sekedar menjadikan billiard sebagai hiburan saja. Namun bila anda berpikir untuk mulai melakukan olahraga ini sebagai salah satu hobi rutin, atau bahkan profesi :), maka saya sarankan anda mulai berpikir untuk membeli 'stik' atau 'cue' billiard sendiri. Memiliki cue sendiri akan sangat mengembangkan kualitas bermain anda, dengan cue yang anda miliki, anda akan terbiasa dengan karakter cue anda, sehingga anda bisa mempergunakannya secara optimal dan mengembangkan kemampuan skill anda secara pesat juga.
Untuk hobi dan profesional, cue yang dipergunakan adalah yang model 2 piece of cue, atau bisa dicopot, antara bud dan shaftnya. Harganya tentu lebih mahal dibandingkan cue yang 1 piece utuh yang biasa anda pakai sebagai house cue di arena billiard. Ukuran standar cue adalah 57 inches (145cm).
Hal-hal yang harus anda ketahui sebelum membeli cue :
1. Kenali Berat Cue.
Umumnya cue yang lazim dipergunakan untuk cabang pool , memiliki berat antara 18 hingga 21 oz. 
Semakin berat sebuah cue, akan memberikan power yang lebih besar dan memberikan kemudahan untuk anda melakukan banyak putaran dan efek pada cue ball (bola putih), namun keuntungan pada cue yang lebih ringan, anda dapat lebih mengontrol pukulan anda dibandingkan pada cue yang lebih berat.
Untuk pemula ;
disarankan memakai cue dengan berat antara 20-21 oz, umumnya stroke dan ayunan pemula masih belum terlalu bagus, cue yang berat membantu memudahkan melakukan pukulan agar lebih stabil, namun hati-hati, cue yang lebih berat lebih riskan akan kemungkinan 'miscue' dan 'terkena efek' tanpa sengaja.
Untuk advance :
disarankan memakai cue dengan berat di kisaran 19 oz, umumnya stroke dan ayunan yang sudah stabil akan lebih nyaman mempergunakan cue dengan berat yang lebih ringan, karena akan lebih mudah mengontrol pukulan anda dan speed cue ball.
2. Pahami Materialnya 
Cue yang umum di jual , ada yang terbuat dari kayu dan ada yang terbuat dari fiberglass. Kebanyakan pemain lebih menyukai yang terbuat dari kayu, karena kemampuan cue kayu lebih baik dibandingkan fiber. Namun untuk yang menyukai kontemporer art, biasanya memilih jenis fiberglass karena tertarik dengan motif cue fiber yang lebih berwarna dan modern. Kebanyakan cue kayu, berdesign minimalis dan klasik.

The Cobra Cue (IDR 360.000)
Bagian belakang cue, atau bud nya, memiliki bagian yang biasa disebut 'Grip' untuk memegang cue, grip umumnya ada yang polos saja hanya vernis kayu, ada yang dilapisi kulit, karet atau benang nylon. Untuk grip, anda bisa memilih sesuai selera anda, namun sebaiknya besar bud yang baik adalah yang sesuai dengan lebar telapak tangan anda pada saat menggenggam, cue harus bisa tergenggap penuh, tidka terasa terlalu besar untuk genggaman anda. Selain itu, lapisan grip dengan kulit atau karet (sport serie) akan menjadi pilihan yang baik, untuk anda yang tangannya mudah berkeringat.
3. Pilih Cue Tip yang bagus.
Bagian depan cue, atau tip, adalah bagian terpenting dalam sebuah cue.
Tip terbuat dari bahan kulit, umumnya tersedia dalam berbagai pilihan, mulai dari soft, super soft, medium, hard.
Tips yang keras lebih tahan lama dibandingkan tip yang empuk, namun tip yang empuk lebih mudah untuk menahan chalk sehingga lebih kecil kemungkinan 'miscue'. Namun jenis tip ini, tergantung dengan jenis pukulan masing-masing orang. Sehingga harus dicoba dulu sebelum memilih tip.
Untuk jenis tip cue yang terbaik yang bisa saya rekomendasikan, adalah tips Mori atau Kamui. Namun untuk cue break, anda tidak perlu memakai Mori atau Kamui, bisa memakai tip yang lebih keras untuk cue break, seperti merk Samurai misalnya.
Kamui Clear juga memberikan fenomena baru yang menyenangkan untuk pukulan anda, saya rekomendasikan untuk dicoba, namun kamui pada dasarnya lebih keras dibanding mori, jadi kalau anda biasa memakai mori tipe M, maka sebaiknya memakai Kamui tipe S, bila biasa mori S, sebaiknya kamui SS.
Semoga tips ini berguna ya :)

The New Dragon Cue (IDR. 2.000.000)

The New Dragon Cue (IDR. 2.000.000)
sumber :

Meet The Best Billiard Players of The World

Kiri: Ko Pin Chung (No.4 Dunia). Kanan: Ko Pin Yi (No.1 Dunia)
Kala Nyata melebihi Asa. Terdampar satu turnamen bersama Pemain Billiard No 1 Dunia (Ko Pin Yi 柯秉逸) dan No. 4 Dunia (Ko Ping Chung). The World's Greatest Pool Players. *berikutnya Leo Messi dan si mungil Thiago. hehe.
Tuhan itu baik banget yaa, yang tidak kita minta saja diberi, apalagi kita minta :). Laa haula wala quwwata illa billah-Tiada daya dan upaya melainkan pertolongan-NYA. Besok, kudu ada meja billiard dan meja tenis meja di rumah, fardu ain. hehe 

Game
Saya yakin ada jutaan orang yang menginginkan berada di posisi saya sekarang. Termasuk pemain terbaik billiard Indonesia. Bertahun-tahun hanya bisa melihat via layar monitor. "Ko Pin Yi (kiri saya) adalah pemain terbaik No.1 billiard dunia, dan Kon Ping Chung (kanan) No. 4 dunia (sumber: http://www.wpa-pool.com/web/rankings), bisa bertemu mereka bahkan berada satu turnamen serasa masih mimpi. Masih belum mempercayainya. hehe :)
 

Game
Saya bilang ke dia (Ko Pin Yi) saya dari Indonesia, dari kampus NTUST Taiwan untuk turnamen ini, juga kalau saya sering menonton laga internasionalnya di Youtube untuk menemani makan malam dikos-kosan. Dan saya bilang juga, kalua pekan lalu (waktu itu) dia masih bermain di turnamen World Pool China. Dia senang dan raut muka serta apa yang ia ucapkan tidak akan pernah hilang dari ingatan. 

Saya telah menggunakan beberapa tahun belajar billiard ketika masih SMP, setelahnya sangat jarang. Baru menyadari senjata paling ampuh adalah “fokus, tenang dan fisik” sekalipun dalam kondisi tertinggal, tidak boleh terburu-buru, dan kekuatan paling besar adalah “keyakinan”. Dibeberapa pertandingan, sempat tertinggal beberapa set krusial 1-4, 2-5, sebelum akhirnya memenangi lagai 6-4, 6-5, detak jantung pun serasa 90/60. hehe

Full Team of NTUST Billiard at The Gymnasium of Chinese Culture University
Sesaat sebelum bertemu dengan Doi, merasa gugup sebelum turun ke dalam lapangan. Tidak percaya pada apa yang akan saya lakukan dan sempat berbicara dengan diri sendiri sebelum melakukannya. Kaki rasanya bergetar dan saking gugupnya sempat berbicara soal apa yang akan saya lakukan pada pria yang selama ini hanya bisa saya lihat dilayar monitor. Tidak bisa mengingat apa pun kala berlari masuk lapangan dan mencuri kursi baris paling depan. Semuanya terjadi dengan cepat dan adrenalin terpompa kencang. Itu merupakan kejadian yang luar bisa. :D
 
Dinner after tournament
Erick (pemain lokal se-tim) membantu saya. Dia mengambil telepon seluler saya dan berbicara dalam bahasa Taiwan kepada Ko Pin Yi untuk sedia berfoto bersama. Dia tersenyum dan bisa melihat mukanya secara langsung merupakan hal yang tidak akan saya lupakan.
sebelum itu.
Erick: Saide, kamu tahu pemain terbaik dunia ?
Me: iya, sy selalu menonton pertandingannya di Youtube, si Ko Pin Yi dari Taiwan.
Erick: itu ditengah kita mereka sedang bertanding.
Me: kaget, dan masih belum percaya. Kemudian, mulai memperhatikan wajahnya dari lantai 2 tribun. Sy bilang ke dia, kalau wajahnya tampak beda dengan yang di Youtube ?
Erick: iya itu dia, Ko Pin Yi (world`s best player). Dan disampingnya adalah Adiknya, Ko Ping Chung, pemain terbaik No. 4 Dunia.
*tanpa melanjutkan pemibicaraan, saya pukul pundaknya dan langsung berlari mengajaknya turun kebawah dan melihat lebih dekat. Dan memang Benar.
"Kebaikan keduanya sangat luar biasa."
Mereka sangat rendah hati dan baik. Hal tersebut jarang didapatkan dari orang yang populer. Bisa bertemu dia secara langsung adalah momen terbaik. "Luar biasa. Saya yakin ada jutaan orang yang menginginkan berada di posisi saya sekarang." "Saya harap teman hidup di masa mendatang tidak cemburu jika bersua Ko Pin Yi dan Ko Ping Chung adalah hal paling indah dalam hidup."
NTUST Billiard Pool Team 2016

Marhaban Yaa Ramadhan at Taipei Grand Mosque, Taiwan.

Marhaban Yaa Ramadhan. Taipei Grand Mosque. Buka puasa dan sahur bersama setiap hari.
Please forgive me for anything that I made wrong in the past (mohon maafkan saya untuk segala kekhilafan dimasa silam). One of the most enlightening times was during Ramadan, the Muslim month of fasting.


The simple conclude is during this month (for those of you who are unfamiliar) Muslims don’t eat from sun up to sun down but instead focus on prayer and spirituality (most don’t even drink water during this time.)

SAADISSS at Maokong, Taiwan

SAADISSS.
‪#‎maokong‬ -> taipei101. ‪#‎filosofikopi‬ ‪#‎Bonus‬
"We believe a shared moment of genuine connection over COFFEE is a simple act that help provide an uplifting part of someone`s day and future". Keindahan, memang harus diberi jarak seperti Maokong dan Gedung Taipei101.




Antara Logika, Perasaan dan Niatan

Setelah semua jurus dipakai (logika, perasan, mantiq), nasehat dipinta dari para sesepuh, daftar plus-minus, hingga sampailah pada simpulan:

***Begitulah manusia, jika tidak mendapatkan apa-apa mereka bingung, jika mendapatkan satu yang kurang memuaskan, mereka mengeluh, tapi jika mendapatkan dua hal yang mereka inginkan ditambah keduanya sama sama menggoda, dan harus memilih salah satu, kebimbangan mereka akan bertambah***


 
Benar adanya, Hati dan Kepala selalu punya dilemanya sendiri sendiri. Tapi yang satu gak bakal bisa survive tanpa yang lain. 

Kenali lebih dalam dan terpukaulah oleh lugunya sebuah pertanda alam. Akhirnya, tertawakanlah melihat siapa yang muncul didalam cermin ketika anda didepannya.

Manusia hanya punya sedikit jatah 'Kegilaan', yuuk dipakai

Sore itu, 2006.

Masih teringat jelas dipelupuk mata saat pertama kali nekat berani meninggalkan kampung (gambar 1) ke kota untuk daftar SMA. Sore itu (2006), tengah berlangsung acara perpisahan SMP, belum selesai acara, malah pulang ke rumah, lempar pakaian masukin ke tas, izin ke ortu mau lanjut sekolah (ortu kaget, oh jelas), naik speed boat (transportasi laut), berangkat. Sampai di ibukota kabupaten, sama sekali tidak memikirkan mau nginap dimana, ketika sedang makan malam di waroeng, datang seorang guru yang menawarkan tidur dirumahnya untuk sementara waktu (udah disingkat kali nih ceritanya :D).


Tanjung Baru, Indragiri Hilir, Riau, INDONESIA

Manusia Hanya diberi sedikit "kegilaan" dalam hidup meraka dan Kita jangan sampai kehilangan itu. Sampaikan mimpi mu Kawan, karena jarak bukan lagi tentang miliiaran kilometer, melainkan Kemauan. 

Melihat bangunan sekolah ini (NTU Taiwan. Gambar 2&3) jadi ingat film 3 idiots, satu-satunya film yang tak pernah merasakan fasilitas "Delete" dari hardisk, per 2 bulan sekali ditonton ulang. 

NTU University, Taiwan

2 pesan moral film 3 idiots (saya hanya mengutip sejauh daya ingat *hehe):
Jangan "memperkosa" ilmu pengetahuan, fahami dan nikmati. Universitas adalah lembaga pendidikan bukan panci press cooker.” Atau pernyataan: “Kita memang harus belajar serius, tapi tidak sekedar untuk lulus. Usah belajar hanya untuk menjadi sukses tapi untuk membesarkan jiwa. Usah mengejar kesuksesan, tapi kejarlah kesempurnaan, maka sukses akan mendampingimu.”

“Saat kamu sedang merasa sedih, takut dan gelisah, letakkan tangan di dada dan katakan “AAL IZZ WELL”. Karena sesungguhnya hati kita pengecut dan mudah dikelabui. Jika ada masalah dalam hidup, katakan pada hati semua akan baik-baik saja. Hal itu tidak akan menyelesaikan masalah, namun paling tidak memberi hati kita kekuatan untuk mampu bertahan.”

NTU University, Taiwan
 Saya tetap sangat berterima kasih kepada semuaanya, orang tua, keluarga, guru dan terutama untuk para kawan-kawan SMA 2 Tembilahan Hulu, aktivis kampus, jika sebagai siswa disana saya selalu merasa sangat dekat, maka sekarang, sejak disini, saya justru merasa jauh lebih dekat lagi. Saya telah dan sangat beruntung untuk bisa merasakan begitu banyak cinta, saya hanya bisa mengatakan terima kasih dan tahu bahwa saya selalu membawanya dalam hati.

NTNU University, Taiwan

NTNU University, Taiwan
 
Ayooo !!! Semangat yaa para Wong Deso (Pelajar dari Kampung).

wa/telegram: +6285271361231
line: saidesaide
IG: saidesank

'Merantaulah hingga tersesat berkali-kali'

"Merantaulah hingga tersesat berkali-kali, itulah cara terbaik untuk menemukan jati diri”. Hingga akhirnya saya temukan rasa ini "bukan perusahan/instansi mana yang kita tuju, tapi leader mana yang kita pilih (kita yang pilih)".




Diri ini telah dan sangat beruntung untuk bisa merasakan begitu banyak cinta, hanya bisa mengatakan terima kasih dan tahu bahwa selalu membawanya dalam hati. (terima kasih berarti mengakui bahwa kita tidak bisa hidup tanpa orang lain)


Persis 17 tahun silam. Teman teman, baru baru ini saya mendengar cerita singkat nan pelik dari teman yang dulu mengikutai kegiatan bakti sosial di kaki gunung semeru jawa timur. Dia mendapati seorang anak yang sedang bermain bola dan bertanya "Adik, adik mau jadi apa kalau sudah besar ?". Si adik menjawab "biar aku jadi petani seperi ayah saja, Om". Dalam benak saya, Sekejam apa negara kita sampai anak se kecil itu tidak berani untuk bermimpi, Sekejam Apa :( :( :( !!!. ini persis 17 tahun silam saya alami. 


Kami ingin terus tumbuh secara personal dan profesional sehingga di masa depan mudah-mudahan Kami bisa kembali ke kampung halaman dan memberikan kembali segala sesuatu yang telah diberikan kepada Kami selama tahun-tahun tak terlupakan. Kami dapat belajar tentang passion dan semangat, belajar tentang mimpi, mempelajari banyak hal dalam satu waktu. Bukan perusahaan mana yang saya tuju, tapi Leader mana yang saya pilih. Leader yang baik mengajarkan dengan cara berbeda.



Semuanya sangat bermanfaat untuk kami, pelajar rantauan, yang hingga kini masih merangkai jalan titik temu antara diri ini dengan ilmu yang dikais. Meniti kehidupan di tanah rantauan. Ya, Diri ini masih mencari, meretas jalan. Sementara waktu, nantikan kami dengan berdo’a di hadapan kerahiban-Nya, semoga kami segera kembali untuk kampung, untuk Agama dan pasti untuk Indonesia merdeka.


Assalamualaikum Taiwan (National Taiwan University of Science and Technoogy). Indonesia, 7 Ramadhan 1436 H.

BismillahirohmanirohimAlhamdulillah ya Rabb, yeaahhh I Got Scholarship Double Degree Master Program (ITS Surabaya Indonesia - NTUST Taiwan). “La Haula Wala Quwwata Illa Billahil Aliyil Adzim (Tiada daya dan upaya melainkan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung)”. Love You, GOD. “It`s MIRACLE”. Teruntuk Ayah, Ibu, Keluarga. Love You My Family, merupakan Alasan dari semua peristiwa kehidupan.


Si Kutu Kecil kembali di Hijrah-kan Allah SWT menuju Taiwan. Kampoeng mas Tomingse (Meteor Garden, haha). Alhamdulillah, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (Indonesia) setahun terlawati (Agustus, 2014 - Juni, 2015). Berlanjut jejak semester depan, InsyaAllah (September, 2015 - Selesai) di National Taiwan University of Science and Technology (NTUST Taiwan).


Kilas Tapak Organisasi Kampus, 
-----------------------------------------------------
Guru, Sahabat, Rohis Kampus UIN (As-Salam FST), BEM Universitas 2012 “Kabinet Bersahabat”, BEM Fakultas Sains dan Teknologi 2013 “Beragam Warna Satu Keluarga”, HMJ Sistem Informasi 2012, Sahabat S1 Sistem Informasi 2009 UIN Suska Riau, Sahabat S2 Sistem Informasi 2014 ITS Surabaya. Terima kasih banyak ya untuk semua kesempatan, kepercayaan, doa, dukungan dan harapan selama ini sampai seterusnya. Anda semua luar biasa “kejam” senantiasa membuka & menyesatkan ke jalan yang Benar.

Salam hangat untuk Mereka yang belum disebut. Mereka yang tak kenal lelah mendo’akan, yang tak letih memberi semangat. Untuk Mereka yang tak sanggup kutulis Nama dan kebaikannya, pada saat dimana semestinya aku menyebut dan mengungkap semuanya dalam tulisan singkat ini. Aku sangat percaya bahwa disaat jemariku belum sanggup mengetik semua nama dan kebaikan Mereka, Allah Maha Kuasa untuk menyaksikan semua, ia semuanya akan dibalas lebih oleh sank pemilik kehidupan. Terima kasih, terima kasih, terima kasih.
Semuanya sangat bermanfaat untuk saya, pelajar rantauan, yang hingga kini masih merangkai jalan titik temu antara diri ini dengan ilmu yang dikais. Meniti kehidupan di tanah rantauan. Ya, Diri ini masih mencari, meretas jalan untuk masa depan. Sementara waktu, nantikan ku dengan berdo’a di hadapan kerahiban-Nya, semoga saya segera kembali untuk kampung, untuk Agama dan tentu untuk Indonesia Tercinta.

                                                                Dear Saide Sank, Me. haha
"Sebagai Pelajar, aku bekerja sepanjang tahun. Sering kali tidak begitu mencari penghargaan individu (ex: nilai angka) dan lebih mengedepankan kesungguhan upaya, akan tetapi saat penghargaan itu datang berupa kesempatan study, merupakan bonus dan menambah kekuatan bagi diri ini untuk melanjutkan jalan yang sama" (saidesank, 2014).

Aku membuat banyak pengorbanan saat meninggalkan tanah kelahiran, Tanjung Baru, Kec. Tanah Merah, Kab. Indragiri Hilir, Riau-Indonesia. Meninggalkan keluarga untuk memulai hidup baru. Semua dilakukan demi dunia kecil nan-syahdu yang menjadi asa yang sangat mendalam. Itu sebabnya aku tidak pergi keluar berpesta saat remaja. Suasana yang paling mencekam batin adalah kala Ramadhan menjemput seperti saat ini. Namun, ada jauh lebih banyak alasan untuk bertahan dari pada pulang, masih ada cita diperantauan yang harus diperjuangkan. Setiap sekolah/universitas yang pernah ku tempati dan para Guru yang berkenan mengajarkan banyak sekali hal, adalah penentu jejak. Aku akan selalu berhutang budi pada Mereka. “sebaik-baik manusia adalah yang tak terlena pada hangatnya rumah, wkwk. Ia memilih mengembara demi menyaksikan dunia yang lebih megah, hahai” atau “merantaulah hingga tersesat berkali-kali, itulah cara terbaik untuk menemukan jati diri”. “Merantaulah, agar tahu mahalnya harga tiket pulang, wkwk.” Alasan apapun yang melatari keputusan, jangan pernah berhenti berjuang. Ada mereka yang setia menunggu dalam Doa dan Harap.

Menemukan satu hal setelah hampir 10 tahun rantauan mengais ilmu pengetahuan dibeberapa belahan bumi Allah, sebenarnya ketika sampai pada tujuan/target yang direncanakan sebelumnya, bukanlah akhir dari perjuangan (telah sampai), melainkan tempat baru yang memaksa jiwa secara natural menghadirkan misi-misi baru. Ketika sampai di SMAN 1 Tembilahan Hulu (SMA Unggulan Kabupaten) jurusan IPS - UIN Suska Riau hadi - disusul ITS Surabaya - kemudian di ITS, NTUST Taiwan menjemput, ntah kampung mana lagi yang disiapkan Allah untuk si kutu kecil dari kampung tepian sungai indragiri (Indragiri Hilir adalah Kabupaten penyumbang pendapatan terbesar untuk Riau dari sektor kelapa kopra. *sempat-2nya promosi daerah, gpplah tanggungjawab moral).


Saya tetap sangat berterima kasih kepada semuaanya, orang tua, keluarga, guru dan terutama untuk para kawan-kawan aktivis kampus, jika sebagai mahasiswa disana saya selalu merasa sangat dekat, maka sekarang, sejak disini, saya justru merasa jauh lebih dekat lagi. Saya telah dan sangat beruntung untuk bisa merasakan begitu banyak cinta, saya hanya bisa mengatakan terima kasih dan tahu bahwa saya selalu membawanya dalam hati.

Special Thanks Much Much Much, 
--------------------------------------------------------

Kurang fair rasanya kalau hanya membahas khusus satu organisasi/lembaga yang ikut membantu ku menemukan jejak-jejak baru, banyak lagi yang lain, tapi untuk kesempatan ini, aku izinlah ya sama kawan-kawan organisasi, namun tetap janji InsyaAllah bila masa dihadirkan tulisan special thanks untuk organisasi Kampus. "Thanks So Much Much Much to EnReach (Energy Research Center)”, adalah lembaga otonom di bawah Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas UIN Suska Riau - Indonesia. Dengan motto EnLightening PEOPLE, berkomitmen menjadikan sektor energi berkelanjutan sebagai media yang efektif untuk sebesar-besarnya kebaikan orang banyak, mulai dari Provinsi Riau (http://www.enreach.or.id/).

Mengekor 18 bulan disini, Buanyak sekali pelajaran dan kesempatan, sebentar rasanya, namun pengetahuan yang didapat melebihi ketika dibangku perkuliahan. Telah memberi ku banyak kesempatan melihat sisi lain dari hidup ini. Belajar banyak, sangat berterima kasih dan kini ingin mempelajari hal-hal lain lagi dari perspektif berbeda dan dari tempat lain. Aku merasa menjadi anak muda yang paling beruntung sedunia sampai kapanpun, karena pernah dan ingin terus rasanya sedikit memberi warna disini, iya disini, lembaga research yang begitu luar biasa orang-orang didalamnya dan selalu memberi kesempatan kepada darah moeda yang tidak biasa pula kemauannya untuk berkembang seperti Mereka yang sudah pakar dibidangnya. Fee US$ 900, perdana, hehe, namun bukan tentang fulus. Tidak hanya belajar keilmuan, pula tentang membentuk keluarga yang penuh persahabatan. Teruntuk Pak Nesdi, Pak Kunaifi dan Agan-Agannya *hehe, sukron kasiran Pak telah membukakan pintu-pintu ini. Its miracle, I can`t explain. Betulkan cerita ku, yaa kan Kak Niar Erawati Bang Zul Kariman ngeri-ngeri sedap juga soalnya nulis bagian ini nih, hehe. "Kemesraan ini janganlah cepat berakhir, kemesraan ini ingin ku ulang kembali, sometimes InsyaAllah, We will back.

Kami ingin tumbuh secara personal dan profesional sehingga di masa depan mudah-mudahan Kami bisa kembali ke tempat ini dan memberikan kembali segala sesuatu yang telah Bapak / Ibu berikan kepada Kami selama tahun-tahun yang tak terlupakan. Aku dapat belajar tentang passion dan semangat, belajar tentang mimpi, mempelajari banyak hal dalam satu waktu. Bukan perusahaan mana yang ku tuju, tapi Imam mana yang ku ikuti. Leader (Imam) yang baik mengajari ku dengan cara yang berbeda. Ya disini arena itu.

Dear Researchers,
------------------------------

Arigatoo gozaimasu untuk Penulis research terdahulu yang menyempatkan waktu dan fikiran melakukan diskusi secara langsung, terima kasih sekali. Selain itu, Mr. Donald Clark (Washington), Romi Satria Wahono (Indonesia), I Ketut Adi Purnawan (Bali), telah bersusah payah bersedia mengirim file referensi dan laporan walau Kita belum pernah sekalipun bertemu. Ketika mengirim email ke Anda, saya hanya berfikir dengan logika kartu remi, 52 kartu yang ada, saya percaya cepat/lambat pasti muncul 4 kartu as, dan Mr-Mr adalah kartu as itu. Karena banyak request yang saya kirimkan ke penulis lain, namun hanya Anda yang berkenan melembutkan hati untuk membongkar file-file lama, sederhana memang membongkar folder, tapi kebanyakan penulis lain begitu enggan melakukan. Berkat referensi Anda, saya puas dengan tulisan rencana penelitian yang dikirimkan ke Profesor Kampus NTUST Taiwan. Terima kasih, Terima kasih.

Dear Pertners,
------------------------


Kepada Intan Lestari Syafri, Nur Jamaliah terima kasih yaa telah sudi berjibaku loncat sana sini dalam pengurusan surat menyurat di Pekanbaru untuk syarat NTUST Taiwan. Teman-teman, Intan, Zulrahmadi Munas, Tuti Aznya Kumala d'Litiva, Yusri Ardi adalah Mahasiswa Sistem Informasi UIN Suska Riau, ia juga Pelajar berbakat, siap mengeksekusi kegiatan apa saja, sangat inisiatif, aktif pula berorganisasi, saat ini sedang berdjuang menyelesaikan tanggung jawab skripsi, semoga ia dan teman-teman dilancarkan menyelesaikan S1 dan lanjut S2. Aamiiin. Nurjamaliah merupakan mahasiswi Universitas Riau, jihadnya adalah menulis. Tulisan hasil permainan jari jemarinya begitu inspiratif dan renyah untuk dikomsumsi darah moeda masa kini. Guys, Kita sepakat, Tidak semua penugasan dari seseorang itu harus selalu berhubungan dengan "money value" (honor, upah atau insentif uang), tapi dapat juga berupa "non-money value" seperti tambahan ilmu, wawasan dan pengalaman, tambahan kepercayaan dan hubungan jangka panjang dan memperluas networking. smile emoticon Hehe.

Seuprit menjual diri, eh menjual jejak si kutu kecil

------------------------------------------------------------------------------------
Misi tersirat upaya mencari sponsor sekolah, hahai, mana tau ada, *ngarep. Menyelesaikan Strata-1 Jurusan Sistem Informasi (SI) di kampus benadikan Islam, UIN Suska Riau (2009-2013, 3 tahun, 7 bulan), menjadi lulusan Pemuncak jurusan dan lulusan Tercepat se Fak. Sains dan Teknologi (FST) (padahal gak ada niatan, hehe). Saat lulus masih diamanahkan sebagai wakil gubernur mahasiswa (BEM FST), ini ukiran sejarah baru dilingkungan Fakultas, mungkin juga tingkat Universitas, mahasiswa yang juga gila berorganisasi, pun gila kuadrat didunia akademik. Wakil Himpunan Mahasiswa SI (2011-2012), Menteri Kominfo BEM Universitas (2012-2013), Wakil Gubernur Mahasiswa BEM Fakultas (2013-2014), etc. Sebenarnya si kutu kecil lebih banyak menghabiskan waktu dikegiatan organisasi kampus ketimbang akademik (edisi khusus ya, tentang jurus menyelaraskan dua alam yang sangat berbeda ini, namun punya tujuan yang sama dan bisa saling support, hehe). 

                                                                                                                               ITS Surabaya Edition
                                                                                    -----------------------------------
Belakangan, sejak di kampus ITS Surabaya, ia menjadi orang “lupa ingatan” menghabiskan waktu siang hingga larut malam di kampus dan waroeng kopi perdjoeangan merupakan bagian dari kebiasaan yang rasanya sulit dielakan. Lupa kalau mandi sore kapan terakhir dilakukan, dua atau tiga kali/minggu. Lupa kalau matahari diupuk barat terbenam dan rembulan malam menjemput, seakan berkata “hei boy, go home, makan dan mandi dulu, haha”. Lupa kalau satu persatu mahasiswa pulang kembali ke kos masing-masing, meninggalkan ia sendiri di Gazebo (adalah tongkrongan belajar mahasiswa sistem informasi ITS). Wajah yang kian tak terurus, kusam, layu, berantakan, kapal pecah barang kali, hahai, anak muda anak muda. Begitu anggunnya memperlakukan diri sendiri. wkwk. 

Sekali lagi, Salam hangat untuk Mereka yang belum disebut. Mereka yang tak kenal lelah mendo’akan, yang tak letih memberi semangat. Untuk Mereka yang tak sanggup kutulis Nama dan kebaikannya, pada saat dimana semestinya aku menyebut dan mengungkap semuanya dalam tulisan singkat ini. Aku sangat percaya bahwa disaat jemariku belum sanggup mengetik semua nama dan kebaikan Mereka, Allah Maha Kuasa untuk menyaksikan semua, ia semuanya akan dibalas lebih oleh sank pemilik kehidupan. Terima kasih, terima kasih, terima kasih. 


Sampai detik-detik proklamasi si kutu kupret, eh kutu kecil ini dideklarasikan, doi hanya ingin terus belajar menembus batas. Semoga terus istiqomah berupaya, Hingga yang tidak diminta pun diberi Allah, karena kemauan yang tidak biasa. Teman, Aku selalu berharap semoga tujuh tahun dari sekarang Kita bisa melihat Pelangi yang sama.


My lucky number 7, ngebuntut setiap pengumuman kelulusan hasil, SMA, UIN, ITS, NTUST. (gak penting sih bagian ini). Kejadian-kejadian amaz sering kali bersamaan dengan angka misteri ini. hehe

Dear Me, Congratulation 
For You Jarsey Barcelona



S A I D E - From an Ordinary Boy to a Legend. InsyaAllah. 
Indonesia, 07:07 wib, 7 Ramadhan 1436 H. 
----------------------------------------------------------------------------------------------------



Wisata Pondok Pesantren Kebangaan Indonesia

Katakan Cinta untuk Indonesia-Wisata Pondok Pesantren Kebanggaan Indonesia. (Ponpes Wali Songo (Ngabar) & Ponpes Darussalam (Gontor).

opening statement: "Jika sulit untuk bicara, tak perlu mengucap apa pun. Diamlah, dan ijinkan hati, air mata menjadi juru lapor, juru keluh, dan juru bicara”
Kutipan kalimat dari cerpen seorang santri “malaikat itu mendoakan penduduk bumi yang tidak lalai, penduduk bumi yang mau tahajjud saat jutaan manusia terlelap lalai”

Berawal dari ajakan seorang senior pascasarjana SI ITS Surabaya, namanya Faturrahman dan kebetulan di pondok yang akan dikunjungi ada seorang Ustadz

Tanah Kelahiran Tersayang


Terkenang Postingan tahun lalu (2013) di grup Desa Kelahiran, Desa Tanjung Baru Indragiri Hilir. Kritikan & Saran yang langsung ditujukan kepada Jajaran Pemerintah Desa yang selama 4 tahun terakhir tidak menyelenggarakan Upacara Kemerdekaan.


Hari ini, 17 Agustus 2014 saya Haturkan Rasa Bangga dan Terima Kasih kepada seluruh pihak terkait, Pemuda, Mahasiswa yang sedang KKN, telah kembali menunaikan bentuk Syukur & Terima Kasih kita kepada para Pejuang. 

17 agustus bukan sekedar peringatan, melainkan bagaimana cara kita mengisahkan kepada Generasi Cilik & Muda betapa sukarnya perjuangan Pahlawan dimasa lalu. Bukan untuk membalas tumpah darah apalagi nyawa yang dikorbankan, karena kita tahu itu tak terbalaskan, cukup yakinkan kepada mereka bahwa tugasnya tidak seberat dimasa lalu. 

Kini 17 Agustus 2014 :
Aku dan kalian adalah generasi penerus
Tak perlu bambu runcing lagi kawan
Kita hanya perlu ujung jari tuk isi kemerdekaan
Kita perlu kecerdasan tuk hiasi masa mendatang
Kita perlu akhlak tuk isi kehidupan
Dan yang terpenting adalah…
Kita butuh kemauan dan semangat tuk jadi sukses dalam kemerdekaan
MERDEKA !

Surabaya, 17 Agustus 2014 
SAIDE, untuk mu Desa Ku.

*Gambar berikut dikirim oleh seorang teman SMP saya Martina, yang kini merupakan Guru di Sekolah Dasar saya dulu. Thanks,